Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan Menteri Kehutanan Korea (KFS) Park Eunsik. Foto: Dok. Kemenhut.
Indonesia-Korsel Kolaborasi Tangani Karhutla
Fachri Audhia Hafiez • 1 April 2026 22:23
Jakarta: Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) resmi memperkuat sinergi dalam pengelolaan hutan berkelanjutan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penguatan diplomasi hijau ini ditandai dengan penandatanganan dua dokumen kerja sama strategis antara Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan Menteri Kehutanan Korea (KFS) Park Eunsik di Seoul.
“Penandatanganan kerja sama Kemenhut-KFS merupakan diplomasi hijau dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Republik Korea, khususnya dalam mendorong kerja sama strategis di sektor kehutanan,” kata Raja Juli dalam keterangannya, dilansir Antara, Rabu, 1 April 2026.
Baca Juga :
Umat Islam Diminta Bersatu Hadapi Situasi Global
Raja Juli menjelaskan, dokumen pertama yang disepakati adalah Framework Arrangement on Cooperation on Priority Program in Forestry. Dokumen ini menjadi payung hukum bagi kedua negara dalam memitigasi perubahan iklim melalui berbagai program prioritas seperti rehabilitasi mangrove, gambut, perhutanan sosial, hingga penguatan pasar karbon hutan.
“Ini menjadi payung kerja sama strategis kedua negara dalam mendukung upaya penanganan perubahan iklim melalui sektor kehutanan, termasuk pengelolaan hutan lestari, rehabilitasi mangrove dan gambut, pengembangan ekowisata, perhutanan sosial, hingga penguatan pasar karbon hutan,” jelas Raja Juli.
Selain pengelolaan hutan, kedua negara juga menyepakati Nota Kesepahaman (MoU) terkait Kerja Sama Pengelolaan Kebakaran Hutan dan Pemulihan Pasca Kebakaran. Fokus utama dari kesepakatan ini adalah penggunaan teknologi mutakhir dalam sistem peringatan dini dan respons cepat di lapangan.
“Ini termasuk pemanfaatan teknologi seperti pemantauan berbasis satelit dan penguatan kapasitas sumber daya manusia,” kata Raja Juli.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan Menteri Kehutanan Korea (KFS) Park Eunsik. Foto: Dok. Kemenhut.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Park Eunsik mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan mitra paling strategis bagi Korea Selatan di sektor kehutanan. Ia bahkan mengungkapkan rencana peluncuran satelit pemantauan karhutla pada September 2026 yang mampu menjangkau hingga 55 persen wilayah Indonesia secara real-time.
Raja Juli optimistis kolaborasi ini akan meningkatkan kesiapsiagaan Indonesia, terutama dalam menghadapi ancaman fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada Juni 2026. Implementasi kerja sama ini nantinya akan diwujudkan melalui proyek bersama, pertukaran teknologi, serta penguatan jejaring kelembagaan melalui mekanisme Joint Consultation Committee.