Ilustrasi. Foto: MI/Usman Iskandar.
IHSG Naik 1,89% Pagi Ini, Nangkring di Level 7.181
Husen Miftahudin • 1 April 2026 09:28
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami kenaikan tajam. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 1 April 2026, IHSG berada di posisi 7.149,253.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.20 WIB, IHSG langsung naik sebanyak 133,536 poin setara 1,89 persen ke level 7.181,758.
Adapun sebanyak 472 saham emiten menguat pada perdagangan pagi ini. Sementara, 135 saham lainnya melemah dan 111 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.20 WIB sebanyak Rp2,623 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 4,943 miliar saham.
| Baca juga: Saham AS Ditutup Melejit di Akhir Maret, Nasdaq Paling Royal Tebar Cuan |

(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
IHSG berpotensi menguat
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan IHSG berpotensi menguat hari ini. "Diperkirakan support IHSG 6.950-7.000 dan resist IHSG 7.150-7.300," ungkap Fanny dalam analisis hariannya.
Adapun IHSG pada perdagangan kemarin, 31 Maret 2026, ditutup turun 0,61 persen, disertai dengan net sell asing sebesar Rp1,17 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BRMS, BUMI, BBNI, dan MBMA.
Sementara itu, indeks-indeks saham Wall Street ditutup naik signifikan pada perdagangan Selasa, 31 Maret 2026, didorong optimisme pasar bahwa konflik antara AS dan Iran berpotensi segera berakhir. Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat melesat 2,49 persen, S&P 500 meningkat 2,91 persen, dan Nasdaq Composite melonjak 3,83 persen.
Di sisi lain, pasar saham Asia-Pasifik kompak melemah pada perdagangan Selasa, 31 Maret 2026, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap konflik di Timur Tengah yang belum mereda. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump kembali meningkatkan ancaman terhadap Iran. Ia menyatakan AS akan menghancurkan fasilitas pembangkit listrik, sumur minyak, hingga Pulau Kharg jika Selat Hormuz tetap ditutup dan tidak ada kesepakatan damai.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 tercatat turun 1,6 persen, dan Topix melemah 1,3 persen. Sementara itu, di Korea Selatan, indeks Kospi merosot 4,3 persen dan Kosdaq menurun 4,9 persen. Di sisi lain, Hang Seng Hong Kong naik 0,15 persen, ASX 200 Australia naik 0,25 persen, sedangkan Taiex Taiwan melemah 2,45 persen.