KEK Tembakau Bakal Percepat Pembangunan di Madura

Ilustrasi. Foto: dok Istimewa.

KEK Tembakau Bakal Percepat Pembangunan di Madura

Husen Miftahudin • 10 February 2026 20:33

Jakarta: Ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary Achsanul Qosasi menegaskan Pulau Madura sangat layak ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau. Gagasan ini didasari setidaknya empat alasan strategis.

Kata Achsanul, KEK Tembakau ini merupakan solusi atas data fakta yang menunjukkan pembangunan di Madura masih tertinggal. Pada saat yang sama, kebijakan tentang pertembakauan belum merata antara Madura dan wilayah yang memiliki pabrik.

"Jadi ini adalah inisiatif dan ide dari bawah dari warga Madura sendiri yang selama diabaikan baik oleh kebijakan Pusat maupun Provinsi," ucap Achsanul dalam Dialog Publik PWI Sumenep di Pendapa Agung Keraton Sumenep, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 10 Februari 2026.

Pertama, Madura merupakan salah satu sentra produksi tembakau terbesar di Indonesia, di mana hampir seluruh wilayahnya bergantung pada sektor pertanian tembakau dan garam.

Kedua, tembakau beserta industri turunannya telah menjadi tulang punggung ekonomi Madura, yang menopang kehidupan ribuan kepala keluarga dari hulu hingga hilir.
 
Baca juga: Pengusaha Tagih Janji Purbaya soal Penambahan Layer Tarif Cukai Tembakau



Ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary Achsanul Qosasi dalam Dialog Publik PWI Sumenep di Pendapa Agung Keraton Sumenep
 

Mudah dalam pengawasan dan kebijakan


Ketiga, lanjut Achsanul, secara geografis Madura memiliki batas wilayah yang jelas dan terpisah, sehingga dinilai lebih mudah diawasi dalam penerapan kebijakan KEK.

Keempat, KEK Tembakau dinilai sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya dalam membuka lapangan kerja, mendorong kewirausahaan, dan mempercepat pembangunan infrastruktur.

"KEK Tembakau ini menjawab ketimpangan wilayah antara Madura dan daratan utama Jawa Timur, serta transformasi pemerataan pembangunan nasional dalam menciptakan kemandirian ekonomi daerah," papar dia.

Achsanul menambahkan, KEK Madura dapat menjadi jembatan strategis antara petani, pengusaha, industri, dan regulator.

"Dengan KEK Tembakau ini, kami berharap pemerintah benar-benar hadir dan memberikan hak yang adil kepada petani, sehingga perekonomian Madura dapat tumbuh secara berkelanjutan," kata Achsanul.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)