Ilustrasi logo halal. (Medcom.id)
Ekosistem Halal Global: Regulasi, Riset, dan Teknologi Jadi Kunci
Willy Haryono • 11 February 2026 14:38
Jakarta: Industri halal terus berkembang sebagai salah satu sektor ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Perkembangannya tidak hanya terjadi di negara berpenduduk mayoritas Muslim, tetapi juga di berbagai negara yang melihat besarnya potensi pasar halal global.
Penguatan ekosistem halal menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, serta menjaga kepercayaan konsumen internasional. Ekosistem halal tidak terbatas pada sertifikasi produk, melainkan mencakup standar mutu, pengawasan rantai pasok, dukungan regulasi, inovasi teknologi, hingga promosi perdagangan lintas negara.
Negara yang mampu menyinergikan seluruh komponen tersebut dinilai lebih siap memanfaatkan peluang industri halal yang nilainya terus meningkat setiap tahun.
Malaysia: Model Terintegrasi
Malaysia menjadi salah satu contoh menonjol dalam pengembangan ekosistem halal. Negara ini membangun sistem terintegrasi melalui kolaborasi antara pemerintah, otoritas sertifikasi, pelaku industri, dan lembaga riset.Departemen Pengembangan Islam Malaysia (JAKIM) berperan penting dalam menyediakan sertifikasi halal yang diakui secara internasional. Kejelasan standar serta konsistensi pengawasan membuat produk halal Malaysia memiliki daya saing kuat di pasar global.
Selain memperkuat regulasi, Malaysia aktif mempromosikan perdagangan melalui ajang Malaysia International Halal Showcase (MIHAS). Pameran ini mempertemukan pelaku usaha dari berbagai negara guna membuka peluang investasi dan memperluas jaringan distribusi. Forum tersebut memperkuat posisi Malaysia sebagai salah satu pusat perdagangan halal internasional.
Thailand: Pendekatan Berbasis Sains
Praktik baik juga terlihat di Thailand. Melalui Halal Science Center di Chulalongkorn University, negara tersebut mengembangkan pendekatan berbasis sains dalam menjaga kualitas produk halal.Pusat riset ini melakukan pengujian laboratorium dan analisis ilmiah guna memastikan kepatuhan terhadap standar halal. Pendekatan ilmiah tersebut dinilai mampu meningkatkan kredibilitas produk sekaligus memperkuat kepercayaan pasar internasional.
Peran Teknologi dan Kolaborasi Global
Di era digital, inovasi teknologi menjadi elemen penting dalam membangun ekosistem halal modern. Pemanfaatan teknologi seperti blockchain dan kecerdasan buatan mulai diterapkan untuk meningkatkan transparansi serta sistem penelusuran produk dari hulu hingga hilir.Teknologi tersebut membantu menjaga integritas rantai pasok dan meminimalkan risiko pelanggaran standar halal.
Selain itu, kerja sama lintas negara semakin diperkuat melalui forum global, konferensi, serta kesepakatan saling pengakuan sertifikasi. Kolaborasi ini mempercepat harmonisasi standar dan mempermudah ekspor produk halal ke berbagai kawasan.
Pengalaman Malaysia dan Thailand menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan ekosistem halal ditentukan oleh regulasi yang jelas, dukungan riset, promosi perdagangan yang aktif, serta pemanfaatan teknologi. Strategi terpadu ini dapat menjadi referensi bagi negara lain yang ingin memperkuat posisi dalam industri halal global yang kian kompetitif.
Pembahasan lebih lanjut mengenai ekonomi halal dan penguatan ekosistem syariah akan diulas dalam Metro TV Sharia Economic Forum 2026. Forum ini digelar pada 12 Februari 2026 pukul 09.00 WIB dan disiarkan melalui YouTube Metro TV. (Keysa Qanita)
Baca juga: Bukan Cuma Label, Ini Peran Digitalisasi dalam Memperkuat Ekosistem Halal