Operasi modifikasi cuaca menggunakan 1 ton NaCl bahan garam halus (powder). Foto: Istimewa.
DKI Jakarta Gelar Modifikasi Cuaca untuk Tekan Polusi Udara dan Mengatasi Kekeringan
Siti Yona Hukmana • 26 September 2026 22:23
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Modifikasi Cuaca (OMC) di Pangkalan Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat, 25 September 2026. Kegiatan ini untuk menekan polusi udara dan mengatasi kekeringan di sejumlah wilayah Ibu Kota.
Kegiatan dilakukan bersama DPRD DKI Jakarta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). DPRD dilibatkan untuk mengawasi, karena operasi ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta, sehingga pengawasan ketat menjadi hal mutlak.
"Sebagai Anggota Dewan, tentunya saya wajib mengawal kegiatan ini karena OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) ini menggunakan dana APBD DKI Jakarta yang di himpun dari skema uang rakyat. Kita harus kawal dan pastikan pelaksanaannya berjalan sebaik-baiknya,” kata anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth dalam keterangan tertulis, Sabtu, 26 September 2026.
"Harapan kami hasilnya bisa maksimal, sehingga curah hujan yang turun cukup banyak untuk menekan kekeringan sekaligus polusi udara di DKI Jakarta," ujar Kenneth.
Kenneth menuturkan OMC di langit Jabodetabek dilakukan sejak Jumat, 18 September 2026. Penyemaian awan pada Jumat, 25 September 2026 merupakan hari terakhir dalam operasi modifikasi cuaca, karena pertumbuhan awan diprediksi menipis akhir pekan ini.
“Seperti yang disampaikan oleh pihak BMKG, mulai 26 September potensi pertumbuhan awan cukup rendah. Jadi harapannya garam NaCl yang ditabur selama sepekan terakhir bisa memicu awan hujan dalam waktu dekat,” ujat Alumni PPRA Lemhannas RI Angkatan LXII itu.

Hujan/Ilustrasi MI/Ramdani
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Marulitua Sijabat mengatakan, OMC yang dilakukan pada 18-25 September 2026 memiliki tiga tujuan. Yakni menurunkan polusi udara, mengupayakan hujan di wilayah DKI Jakarta, dan meningkatkan kebutuhan air baku PAM JAYA.
Maruli memprediksi hujan bakal turun dalam beberapa hari ke depan. Namun, curah hujan kemungkinan tak turun merata di seluruh wilayah Jakarta. Hujan diprediksi lebih banyak turun di perbatasan Jakarta, seperti Bogor dan Depok.
“Hasil modifikasi cuaca kemungkinan bisa terlihat dalam waktu dekat, tapi hujan akan turun lebih banyak di perbatasan. Kalau di wilayah Jakarta mungkin di daerah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur,” ungkap Maruli.