Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi DKI Jakarta Andri Yansyah membuka Squash Jakarta Open 2026 di Lapangan Squash Gelanggang Remaja Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Istimewa
Jakarta Squash Open 2026, Upaya Pemprov DKI Perkuat Ekosistem Olahraga Prestasi
Whisnu Mardiansyah • 22 September 2026 21:34
Jakarta: Upaya meningkatkan prestasi olahraga di Ibu Kota terus dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui berbagai agenda pembinaan dan kompetisi. Salah satunya diwujudkan lewat penyelenggaraan Squash Jakarta Open 2026 di Lapangan Squash Gelanggang Remaja Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi DKI Jakarta Andri Yansyah menilai olahraga memiliki peran lebih luas dari sekadar arena untuk mengejar kemenangan. Menurutnya, aktivitas olahraga dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter, kedisiplinan, kebersamaan, serta pola hidup sehat dan produktif masyarakat.
“Bagi saya, olahraga bukan sekadar pertandingan yang mencari juara, Olahraga adalah sarana membangun karakter, menumbuhkan disiplin, memperkuat kebersamaan, dan menggerakkan masyarakat menuju hidup yang lebih sehat dan produktif,” kata Andri Yansyah di Lapangan Squash Gelanggang Remaja Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Selasa, 22 September 2026.
Kata Andri Yansyah, ia menempatkan penyelenggaraan turnamen sebagai salah satu bagian dari upaya Jakarta membangun olahraga prestasi secara berkelanjutan.
Squash Jakarta Open 2026 dinilai memberikan ruang kompetisi bagi atlet dari berbagai tingkatan. Ajang ini sekaligus menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menguji kemampuan, memperoleh pengalaman bertanding, serta mengukur kesiapan menghadapi persaingan yang lebih tinggi.
Dalam konteks pembinaan prestasi, kompetisi menjadi bagian penting untuk mempertemukan proses latihan dengan pengalaman bertanding. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mendorong pembinaan tidak berhenti pada pengembangan kemampuan atlet, tetapi berjalan beriringan dengan penguatan organisasi cabang olahraga dan penyelenggaraan kejuaraan yang berkualitas.
“Melalui kejuaraan seperti inilah bibit-bibit atlet berbakat dapat tumbuh dan bersiap menyongsong berbagai agenda besar olahraga nasional ke depan, termasuk PON XXII Tahun 2028,” ujarnya.
PON XXII 2028 di Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu agenda olahraga nasional yang turut menjadi perhatian dalam pengembangan olahraga prestasi Jakarta. Karena itu, kompetisi di tingkat daerah dapat menjadi bagian dari proses panjang untuk mematangkan kemampuan atlet sebelum menghadapi ajang olahraga nasional tersebut.
Squash Jakarta Open 2026 sendiri diinisiasi Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta bersama Pengurus Provinsi Persatuan Squash Indonesia (PSI) DKI Jakarta. Kejuaraan ini juga menjadi agenda rutin yang digelar setiap tahun sebagai wadah kompetisi sekaligus sarana memperkenalkan olahraga squash kepada masyarakat.
Andri Yansyah mengapresiasi keterlibatan pengurus provinsi dalam penyelenggaraan turnamen. Kolaborasi pemerintah dengan organisasi olahraga dinilai menjadi unsur penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan dan pengembangan cabang olahraga di Jakarta.

Atlet peserta Squash Jakarta Open 2026 di Lapangan Squash Gelanggang Remaja Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Istimewa
“Sinergi antara pemerintah dan organisasi olahraga adalah kunci agar olahraga Jakarta terus berkembang dan semakin dikenal luas.”
Pada penyelenggaraan tahun ini, Squash Jakarta Open 2026 diikuti 144 atlet dari enam provinsi. Para peserta berasal dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Selatan, dan Sulawesi Utara.
Sebanyak 12 kategori pertandingan dipertandingkan dalam kejuaraan yang berlangsung pada 22-26 September 2026. Lokasi pertandingan dipusatkan di Lapangan Squash Gelanggang Remaja Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Komposisi peserta dari sejumlah daerah memperlihatkan ruang kompetisi yang disiapkan tidak terbatas bagi atlet Jakarta. Kejuaraan ini menjadi wadah pertemuan atlet dari berbagai tingkatan usia dan kemampuan, mulai dari pelajar hingga atlet profesional.
“Squash adalah cabang olahraga yang menuntut kecepatan, ketahanan fisik, ketepatan, dan kecerdasan membaca permainan.”
Karakter permainan squash membuat atlet harus mampu mengambil keputusan secara cepat di tengah tekanan pertandingan. Kemampuan tersebut menjadi bagian dari aspek yang diuji dalam kompetisi, selain kondisi fisik dan keterampilan teknis.
Melalui penyelenggaraan turnamen secara rutin, pembinaan atlet diharapkan memiliki jalur kompetisi yang berkesinambungan. Pengalaman menghadapi lawan dari berbagai daerah juga menjadi bagian dari proses bagi atlet untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi pada level yang lebih tinggi.
Andri Yansyah juga mengingatkan para atlet untuk menjadikan pertandingan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Ia menekankan pentingnya menjaga sportivitas, menghormati wasit dan lawan, serta memberikan penampilan terbaik selama kejuaraan berlangsung.
“Menang atau kalah adalah bagian dari perjalanan, tetapi sikap terhormat di atas lapangan akan selalu menjadi kemenangan yang sesungguhnya.”
Selain atlet, ofisial dan panitia turut mendapat perhatian dalam penyelenggaraan kejuaraan. Kelancaran pertandingan, ketertiban, serta penerapan kompetisi secara adil menjadi bagian dari harapan terhadap seluruh rangkaian Squash Jakarta Open 2026.
Di sisi lain, masyarakat Jakarta juga diajak mengambil bagian dalam atmosfer kejuaraan dengan hadir memberikan dukungan kepada para atlet. Kehadiran penonton diharapkan dapat membuat kompetisi semakin semarak sekaligus memperluas pengenalan olahraga squash kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Dengan mempertandingkan 12 kategori dan melibatkan 144 atlet dari enam provinsi, Squash Jakarta Open 2026 menjadi salah satu ruang kompetisi dalam kalender pembinaan squash di Jakarta. Ajang tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem olahraga prestasi secara berkelanjutan menjelang berbagai agenda olahraga nasional, termasuk PON XXII 2028 di Nusa Tenggara Barat.