Menlu Sugiono dalam pertemuan tingkat menteri PBC di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB sesi ke-81 di New York, 24 September 2026. (Kemlu RI)
Menlu RI Suarakan Kepemilikan Nasional dan Perdamaian Berkelanjutan di Sidang PBB
Willy Haryono • 26 September 2026 10:24
New York: Kepemilikan nasional merupakan kunci bagi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan, tegas Menteri Luar Negeri Sugiono dalam pertemuan tingkat menteri Peacebuilding Commission (PBC) di sela-sela Sidang Majelis Umum (SMU) PBB sesi ke-81 pada Kamis lalu.
"Peacebuilding merupakan investasi jangka panjang. Proses ini dimulai dari pencegahan dan berlanjut hingga pemulihan dan rekonsiliasi," ujar Menlu Sugiono, dalam keterangan di situs Kemlu RI, Jumat, 25 September 2026.
Menurut dia, proses perdamaian pada setiap tahapan perlu memperkuat institusi nasional dan masyarakat sebagai fondasi perdamaian yang berkelanjutan.
Indonesia membawa pengalaman dari proses perdamaian di Aceh dan Maluku. Menlu Sugiono mengatakan, dialog yang inklusif dan berkelanjutan terbukti mampu membangun kembali kepercayaan antarmasyarakat sekaligus menjaga persatuan.
Pengalaman tersebut, lanjut dia, menunjukkan bahwa perdamaian akan lebih kuat ketika prosesnya dipimpin dan dimiliki oleh negara serta masyarakatnya sendiri.
Menlu Sugiono juga mendorong penguatan kemitraan dengan organisasi regional, lembaga keuangan internasional, dan mitra lainnya. Kerja sama tersebut diperlukan untuk memastikan upaya perdamaian dapat terus berjalan dan memberikan hasil berkelanjutan.
"Pada akhirnya, peacebuilding akan dikatakan berhasil ketika perdamaian dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat," pungkas Menlu Sugiono.
Peacebuilding Commission Ministerial Meeting di bawah Presidensi Maroko tahun ini mengangkat tema "National Ownership Practice: Strengthening Inclusive State Institutions through International Peacebuilding Support."
Baca juga: Menlu Sugiono: Pembangunan Harus Memberikan Kesempatan dan Manfaat Setara