Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Anadolu Agency)
Presiden Iran Sebut Permohonan Maafnya soal Negara Teluk Telah Disalahartikan
Willy Haryono • 8 March 2026 16:18
Teheran: Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pernyataannya mengenai serangan di kawasan Teluk telah “disalahartikan oleh musuh,” setelah komentar sebelumnya dianggap sebagai sinyal bahwa Iran akan menghentikan serangan terhadap negara-negara tetangga.
Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah pada Minggu, 8 Maret 2026, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran menginginkan hubungan baik dengan negara-negara di kawasan.
“Iran telah berulang kali mengatakan bahwa kami adalah saudara dan harus memiliki hubungan yang baik dengan negara tetangga,” kata Pezeshkian, dilansir dari India Today.
Namun ia menegaskan Iran tetap akan melakukan serangan balasan jika diserang.
“Kami terpaksa membalas serangan, tetapi itu tidak berarti kami memiliki perselisihan dengan negara tetangga atau ingin menyakiti rakyat mereka,” ujarnya.
Permintaan Maaf Picu Perdebatan
Klarifikasi tersebut muncul setelah pernyataan sebelumnya memicu perdebatan di dalam negeri Iran dan di kawasan.Pezeshkian sebelumnya menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara Teluk yang terdampak serangan Iran yang menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan.
“Saya secara pribadi meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang terdampak tindakan Iran,” ujarnya saat itu.
Ia juga mendesak negara-negara Teluk agar tidak bergabung dalam kampanye militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Dalam pernyataan yang sama, Pezeshkian menolak tuntutan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar Iran menyerah tanpa syarat. Ia menyebut tuntutan tersebut sebagai “mimpi yang sebaiknya mereka bawa ke liang kubur.”
Kritik dari Kelompok Garis Keras
Pernyataan tersebut memicu kritik dari kalangan garis keras di dalam negeri Iran.Menanggapi hal itu, kantor presiden Iran kemudian menegaskan bahwa militer negara tersebut akan tetap merespons dengan tegas setiap serangan yang diluncurkan dari pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, juga menegaskan tidak ada perbedaan pandangan di antara para pemimpin Iran terkait strategi perang yang sedang dijalankan.
Baca juga: Presiden Iran Masoud Pezeshkian Minta Maaf atas Serangan ke Negara Teluk