Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Anadolu Agency)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Minta Maaf atas Serangan ke Negara Teluk
Willy Haryono • 7 March 2026 19:04
Teheran: Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf langsung kepada negara-negara Teluk di tengah meningkatnya konflik regional yang melibatkan Iran melawan aliansi Amerika Serikat dan Israel.
Dalam pidato yang direkam sebelumnya dan disiarkan melalui televisi pemerintah pada Sabtu, Pezeshkian mengatakan pemerintah Iran akan berupaya meredakan ketegangan dengan negara-negara di kawasan setelah sepekan pertukaran serangan rudal dan drone lintas batas.
Ia menyatakan dewan kepemimpinan sementara Iran yang dibentuk setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah menyetujui kebijakan baru terkait respons terhadap ancaman militer.
Menurut salinan pidato yang dipublikasikan oleh stasiun televisi pemerintah Press TV, kebijakan tersebut melarang pasukan Iran menargetkan negara-negara tetangga kecuali jika serangan terhadap Iran diluncurkan langsung dari wilayah negara tersebut.
Langkah ini disebut sebagai upaya Teheran untuk mencegah konflik meluas ke negara-negara di kawasan Teluk.
Serangan Israel ke Teheran
Permintaan maaf tersebut disampaikan ketika militer Israel meningkatkan kampanye serangan udara terhadap ibu kota Iran.
Dalam pernyataannya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan lebih dari 80 jet tempur telah melancarkan gelombang serangan skala luas di Teheran dan wilayah Iran tengah.
Serangan tersebut disebut menargetkan akademi pelatihan militer serta fasilitas penyimpanan rudal balistik bawah tanah.
Eskalasi terbaru ini terjadi di tengah konflik yang terus berkembang sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan awal terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat militer senior.
Baca juga: Arab Saudi Cegat Rudal yang Meluncur ke Pangkalan Udara Prince Sultan