Arab Saudi mencegat rudal balistik yang mengarah ke pangkalan udara Prince Sultan. (Anadolu Agency)
Arab Saudi Cegat Rudal yang Meluncur ke Pangkalan Udara Prince Sultan
Willy Haryono • 7 March 2026 09:40
Riyadh: Arab Saudi menyatakan berhasil mencegat rudal balistik yang ditembakkan ke arah pangkalan udara yang menampung personel militer Amerika Serikat di dekat ibu kota Riyadh.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi melalui unggahan di platform X mengatakan rudal tersebut diarahkan ke Pangkalan Udara Prince Sultan yang terletak di tenggara Riyadh.
“Rudal balistik yang diluncurkan menuju Pangkalan Udara Prince Sultan berhasil dicegat dan dihancurkan,” tulis kementerian tersebut.
Pangkalan tersebut diketahui menjadi salah satu fasilitas militer yang menampung personel dan aset militer Amerika Serikat di kawasan.
Serangan Drone ke Ladang Minyak
Dalam insiden terpisah, Arab Saudi juga menggagalkan serangan drone yang menargetkan ladang minyak besar Shaybah yang terletak dekat perbatasan Uni Emirat Arab.Kantor berita resmi Saudi Press Agency melaporkan enam drone berhasil dicegat dan dihancurkan sebelum mencapai target.
“Upaya serangan terhadap ladang Shaybah digagalkan; enam drone berhasil dicegat dan dihancurkan,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi.
Eskalasi di Kawasan Teluk
Iran telah meluncurkan serangan rudal dan drone ke Israel serta sejumlah negara Teluk sejak perang dimulai dengan serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.Arab Saudi, yang merupakan eksportir minyak terbesar dunia, sebelumnya juga melaporkan sedikitnya dua serangan drone pada awal pekan ini yang menargetkan kilang minyak Ras Tanura di wilayah timur negara tersebut.
Serangan terhadap fasilitas energi dan pangkalan militer di kawasan Teluk menambah kekhawatiran global terhadap potensi gangguan pasokan energi dunia di tengah konflik yang terus meluas di Timur Tengah.
Baca juga: Israel Coba Adu Domba Negara Teluk Lewat Serangan Fasilitas Energi