Wali Kota Bandung M Farhan. (Foto: Metrotvnews.com/ P Aditya Prakasa)
Satu Tahun Pimpin Bandung, Farhan Fokus Benahi Sampah, Tata Kota, dan Ruang Publik
P Aditya Prakasa • 5 March 2026 20:46
Bandung: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan merefleksikan satu tahun masa kepemimpinannya dengan menegaskan komitmen untuk memprioritaskan kebutuhan sehari-hari masyarakat, seperti pengelolaan sampah, penataan kota, hingga penyediaan ruang publik yang layak.
Menurut Farhan, satu tahun masa kepemimpinan merupakan waktu yang cukup untuk memahami persoalan kota sekaligus menentukan arah kebijakan ke depan.
"Satu tahun sudah saya mengemban amanah sebagai Wali Kota Bandung. Waktu yang tidak panjang untuk menuntaskan seluruh persoalan kota yang kompleks, tetapi cukup untuk belajar, mendengar dan menentukan arah," kata Farhan di Bandung, Kamis, 5 Maret 2026.
"Sejak awal, kami berkomitmen menjaga agar ruang bagi warga menyampaikan pendapat, termasuk kritik, tetap terbuka. Tugas pemerintah adalah memastikan suara-suara itu tidak berhenti di keluhan, tetapi dijawab dengan perbaikan nyata," ucap Farhan.
Selama satu tahun terakhir, Pemkot Bandung disebut telah mulai menata ulang pendekatan pengelolaan sampah, memperbaiki infrastruktur dasar, serta merevitalisasi sejumlah ruang publik. Farhan menilai aspek-aspek tersebut merupakan hal yang paling dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
"Pengalaman sehari-hari itulah yang juga membentuk cara warga memandang kebijakan kota, termasuk ketika Bandung kerap disebut sebagai kota event. Julukan ini tidak sepenuhnya keliru. Event menggerakkan ekonomi, memberi ruang ekspresi budaya dan menarik wisatawan," kata dia.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Istimewa)
Meski demikian, Farhan menilai penyelenggaraan berbagai acara di Kota Bandung juga harus diimbangi dengan dampak yang jelas bagi masyarakat. Ia mengakui adanya kritik terkait kemacetan, sampah pasca-acara, hingga manfaat jangka panjang bagi warga.
"Karena itu, ke depan, setiap event di Kota Bandung harus memenuhi standar yang lebih jelas. Tidak cukup hanya ramai, tetapi harus berdampak. Dampak ekonomi harus terukur, keterlibatan UMKM harus nyata, dan tanggung jawab lingkungan harus menjadi bagian dari perencanaan. Dengan pendekatan ini, event tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan kualitas hidup warga," jelas Farhan.
Farhan juga menekankan pentingnya integritas pemerintahan dan transparansi dalam pengelolaan anggaran daerah maupun pengambilan keputusan publik. Menurut dia, kepercayaan masyarakat tidak dapat dibangun hanya melalui retorika semata.
"Saya memilih kata “merawat” untuk menggambarkan arah kepemimpinan Kota Bandung, bukan sekadar kumpulan proyek, melainkan ruang hidup bersama. Merawat berarti memperhatikan yang kecil, mendengar yang lemah dan memperbaiki yang rusak, sedikit demi sedikit tetapi konsisten," ucap dia.