Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio saat berbicara kepada awak media mengenai dugaan serangan drone Iran di konsulat AS di Dubai, Uni Emirat Arab. (Anadolu Agency)
Drone Diduga Milik Iran Serang Gedung Konsulat AS Dubai, Tak Ada Korban Jiwa
Willy Haryono • 4 March 2026 06:26
Dubai: Sebuah drone yang diduga milik Iran menghantam area parkir di dekat gedung Konsulat Amerika Serikat di Dubai, Uni Emirat Arab, yang memicu kebakaran dan kepulan asap hitam di hari Selasa.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan seluruh personel diplomatik telah dipastikan aman setelah insiden tersebut.
“Sebuah drone menghantam area parkir yang bersebelahan dengan gedung kanselir dan memicu kebakaran di lokasi tersebut,” kata Rubio kepada wartawan, dikutip dari Time, Rabu, 4 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa pemerintah AS telah mengurangi jumlah personel di sejumlah fasilitas diplomatik menjadi tingkat minimum menyusul meningkatnya serangan balasan Iran.
“Fasilitas diplomatik kami berada di bawah serangan langsung dari rezim yang kami sebut teroris,” ujar Rubio.
Kantor Media Pemerintah Dubai menyatakan kebakaran akibat “insiden terkait drone” tersebut berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian itu.
Serangan Meluas ke Negara Teluk
Di hari yang sama, Kedutaan Besar AS di Riyadh juga dilaporkan terkena serangan drone yang diduga berasal dari Iran. Departemen Luar Negeri AS telah menutup sementara sejumlah kedutaan di Arab Saudi, Kuwait, dan Lebanon, serta menutup setidaknya satu konsulat.Washington juga mengimbau warganya untuk segera meninggalkan 14 negara di Timur Tengah karena risiko keamanan yang serius.
Sejak konflik dimulai pada Sabtu dini hari, enam personel militer AS dilaporkan tewas. Media pemerintah Iran menyebut jumlah korban di pihak Iran mencapai sedikitnya 780 orang, meski angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Konsuler Mora Namdar mendesak warga Amerika untuk segera pergi menggunakan transportasi komersial yang tersedia.
Sementara itu, Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Publik Global Dylan Johnson menyatakan pemerintah AS tengah mengupayakan pesawat militer dan penerbangan sewaan untuk membantu evakuasi warga.
Rubio mengatakan sekitar 9.000 warga Amerika telah meninggalkan kawasan sejak konflik pecah.
Namun, Senator Demokrat Andy Kim mengkritik pemerintah dengan menyebut banyak warga Amerika yang terjebak dan tidak mendapatkan dukungan evakuasi memadai.
“Peringatan evakuasi ketika ruang udara sudah ditutup menunjukkan tidak adanya strategi dan perencanaan,” tulis Kim di media sosial.
Insiden di Dubai mempertegas meluasnya dampak konflik, dengan fasilitas diplomatik menjadi sasaran dalam eskalasi militer yang terus meningkat.
Baca juga: Kedubes AS di Riyadh Terbakar usai Terkena Serangan Drone Iran