Anggota DPR AS Jamie Raskin membuka penyelidikan terhadap FIFA atas dugaan korupsi hingga kedekatan dengan Trump. (Anadolu Agency)
Anggota DPR AS Selidiki FIFA atas Dugaan Korupsi dan Kedekatan dengan Trump
Muhammad Reyhansyah • 28 July 2026 11:30
Washington: Anggota Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS) Jamie Raskin membuka penyelidikan terhadap FIFA atas dugaan praktik korupsi.
Penyelidikan tersebut juga menyoroti dugaan adanya hubungan timbal balik yang menguntungkan (quid pro quo) antara FIFA dan pemerintahan Presiden Donald Trump.
Dalam surat yang dikirim kepada Presiden FIFA Gianni Infantino pada Minggu, 26 Juli 2026, Raskin, yang merupakan anggota senior Komite Kehakiman DPR AS, mengatakan penyelidikan akan mengkaji apa yang disebutnya sebagai "kampanye berkelanjutan" FIFA untuk memperoleh perlakuan istimewa dari Trump.
Menurut Raskin, hal itu termasuk dugaan penghentian sejumlah kasus korupsi besar di Amerika Serikat yang melibatkan FIFA.
"Quid pro quo terbaru yang diatur FIFA dan Presiden Trump bukanlah kejahatan tanpa korban," kata Raskin. dikutip dari Anadolu, Selasa, 28 Juli 2026
Ia juga menuduh FIFA memanfaatkan hubungannya dengan pemerintahan Trump untuk melakukan "praktik kenaikan harga yang tidak wajar dan taktik penjualan yang curang" dalam penjualan tiket Piala Dunia.
Ruang Lingkup Penyelidikan
Raskin mengatakan penyelidikan juga akan menelaah tata kelola FIFA di bawah kepemimpinan Gianni Infantino, termasuk dugaan bahwa organisasi tersebut melemahkan mekanisme pengawasan etik internal demi membangun hubungan yang lebih dekat dengan Trump.Ia turut menuduh pemerintahan Trump menghentikan upaya penegakan hukum antikorupsi terhadap FIFA, setelah penyelidikan Departemen Kehakiman AS sebelumnya mengungkap skema suap internasional yang telah berlangsung lama terkait hak siar sepak bola.
Menurut Raskin, penyelidikan terdahulu mengungkap lebih dari USD200 juta dalam bentuk suap dan komisi ilegal yang melibatkan terdakwa dari lebih dari 20 negara.
Ia menuding bahwa meskipun beberapa terdakwa telah divonis bersalah, pemerintahan Trump kemudian menghentikan proses penuntutan lanjutan sehingga para terpidana dapat dibebaskan.
Dugaan Kecurangan Penjualan Tiket
Selain itu, penyelidikan juga akan mencakup praktik penjualan tiket Piala Dunia, termasuk kenaikan harga, penerapan harga dinamis (dynamic pricing), serta kebijakan yang memungkinkan penurunan kategori kursi setelah tiket dibeli.Raskin meminta berbagai dokumen dan komunikasi yang berkaitan dengan dugaan pemberian hadiah, pembayaran, atau manfaat lain dari FIFA kepada Trump maupun orang-orang terdekatnya. Ia juga meminta catatan mengenai komunikasi FIFA dengan pejabat pemerintah Amerika Serikat serta dokumen terkait praktik penjualan tiket.
Selain itu, Raskin meminta catatan kunjungan ke kantor FIFA di Trump Tower dan mengundang Infantino untuk memberikan keterangan dalam wawancara resmi di hadapan komite.
"Selain itu, untuk membantu penyelidikan ini, kami meminta Anda, selama berada di Amerika Serikat, hadir untuk memberikan keterangan dalam wawancara yang akan ditranskripsikan oleh Komite ini. Silakan menghubungi staf Komite dari Partai Demokrat paling lambat pukul 17.00 pada 9 Agustus 2026 untuk menjadwalkan wawancara tersebut," tulis Raskin dalam suratnya.
Baca juga: Trump Ingin Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB Berikutnya