Pemda Diingatkan Penghargaan Daerah Harus Jadi Pemicu Inovasi Berkelanjutan

Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Yusharto Huntoyungo (kemeja coklat). Dok. Istimewa

Pemda Diingatkan Penghargaan Daerah Harus Jadi Pemicu Inovasi Berkelanjutan

Achmad Zulfikar Fazli • 20 January 2026 21:44

Klungkung: Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Yusharto Huntoyungo, menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi. Hal itu disampaikan Yusharto saat menjadi narasumber dalam audiensi Pemerintah Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali yang berlangsung di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Selasa, 20 Januari 2026.

Yusharto menekankan keberhasilan daerah dalam meraih penghargaan inovasi justru harus menjadi pemicu untuk memikirkan inovasi berikutnya. Menurut dia, inovasi memiliki sifat dinamis dan menuntut keberlanjutan agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat.

“Pemenang inovasi hari ini harus mulai berpikir, inovasi selanjutnya apa. Inovasi itu tidak ada matinya,” ujar Yusharto dalam keterangannya, Selasa, 20 Januari 2026.

Dia menjelaskan konsep kurva S inovasi, yang menggambarkan setiap inovasi memiliki siklus pertumbuhan hingga mencapai titik kematangan. Pada fase tersebut, daerah dituntut untuk membuka jendela inovasi baru agar inovasi tidak berhenti.

“Kalau kurva S dibiarkan berhenti, inovasi akan mati. Karena itu, perlu inovasi lanjutan yang saling terhubung,” jelas Yusharto.

Dia mencontohkan praktik baik dari Kabupaten Banyuwangi, yang mampu membangun ekosistem inovasi secara berkelanjutan. Menurut dia, satu inovasi dapat dikembangkan dan ditautkan dengan inovasi lainnya, sehingga tidak hanya menjadi tanggung jawab satu perangkat daerah, tetapi berkembang menjadi budaya inovasi di seluruh organisasi perangkat daerah.

Dia juga menyinggung contoh pengembangan inovasi Gempa Genting milik Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, yang pada awalnya berfokus pada penanganan stunting melalui pengelolaan sampah. Dalam perjalanannya, inovasi tersebut terus berkembang hingga melahirkan pendekatan baru yang tidak hanya menyasar aspek kesehatan, tetapi peningkatan ekonomi masyarakat. 

“Tahun-tahun awal masih Gempa Genting, lalu berkembang menjadi Gempa Genting lebih luas menyasar ekonomi, yakni gempur stunting melalui sampah untuk peningkatan ekonomi,” ungkap dia.
 

Baca Juga:

Viktor Laiskodat Sebut Kebangkitan NTT Butuh Kepemimpinan Berani dan Pembangunan Berbasis Riset


Dalam konteks Kabupaten Klungkung, Yusharto mendorong agar inovasi yang telah berjalan dan memperoleh pengakuan dapat terus ditingkatkan kualitas, dampak, serta keberlanjutannya. Dia menekankan pentingnya membangun ekosistem inovasi yang melibatkan kepemimpinan daerah, perangkat daerah, akademisi, dan masyarakat, sehingga inovasi tidak berhenti sebagai program, tetapi menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan daerah.

Melalui audiensi ini, BSKDN berharap Pemerintah Kabupaten Klungkung dapat terus menjaga semangat berinovasi. Tidak hanya untuk mempertahankan predikat dan penghargaan yang telah diraih, tetapi juga untuk menghadirkan solusi yang relevan dan berkelanjutan bagi kebutuhan masyarakat.

"Semoga ke depannya Pemerintah Kabupaten Klungkung terus konsisten mengembangkan inovasi-inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat," ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)