Ilustrasi. Foto: Dok istimewa
Listrik di 99 Persen Desa Terkena Bencana Sumatra Kembali Menyala
Eko Nordiansyah • 21 January 2026 14:37
Jakarta: PT PLN (Persero) melaporkan pemulihan listrik hampir tuntas di semua desa yang terkena bencana banjir di Sumatera, kecuali jaringan kelistrikan di Aceh yang masih menghadapi tantangan berat akibat kerusakan transmisi dan akses jalan yang terputus.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan di Sumatra Utara, dari total 6.223 desa terdampak, 99,97 persen telah kembali menyala. Ia menyebut saat ini hanya tersisa dua desa di Tapanuli Utara yang masih padam akibat banjir susulan.
“Kami harus mengakui bahwa kami mendirikan tiang listrik kembali bukan dalam kondisi ideal ketika tanah masih stabil, tetapi listrik harus menyala kembali,” ujar Darmawan dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta dikutip dari Antara, Rabu, 21 Januari 2026.
“Maka tiang-tiang listrik yang sudah kami dirikan, ada yang roboh, kami dirikan lagi, roboh, kami dirikan kembali,” kata dia menambahkan.
Di Sumatera Barat, Darmawan mengatakan seluruh 1.265 desa terdampak telah pulih sejak 23 Desember 2025.
Baca Juga :
Cek Harga Token Listrik Terbaru 2026

(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)
Gangguan transmisi di Aceh
Sementara di Aceh, PLN menghadapi kerusakan transmisi dalam skala yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Gangguan terjadi pada jalur transmisi Bireun - Arun - Peusangan yang menghubungkan pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) Arun dengan Bireun, Takengon, dan Banda Aceh.Selain itu, jalur Langsa-Pangkalan Brandan yang menghubungkan sistem Aceh dengan interkoneksi Sumatra juga terdampak.
PLN mencatat total 66 tower transmisi rusak, terdiri dari 19 tower roboh dan 47 tower mengalami deformasi. Darmawan menambahkan perbaikan sistem kelistrikan juga terkendala karena akses jalan yang masih terisolir.
Ia menyampaikan dari total sekitar 6.500 desa di Aceh, masih terdapat 60 desa atau kurang dari satu persen yang belum kembali menikmati aliran listrik.
Desa-desa tersebut tersebar di sejumlah kabupaten: Aceh Barat (satu desa), Aceh Tamiang (enam desa), Aceh Timur (tiga desa), Aceh Utara (satu desa), Bireun (satu desa), Bener Meriah (12 desa), Gayo Lues (tujuh desa), serta Aceh Tengah (29 desa).
“Kami perlu melakukan perencanaan dan juga bagaimana memperkuat sistem kami untuk menghadapi bencana seperti ini,” kata Darmawan.