Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto- Metrotvnews.com/Hendrik
BGN Buka Rekrutmen PPPK Tahap 3 dan 4, Total 32.460 Formasi Disiapkan
Putri Purnama Sari • 22 January 2026 19:06
Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) akan membuka rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 3 dan 4 dengan jumlah formasi yang besar serta peluang yang lebih luas bagi pelamar umum.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana dalam Rapat Evaluasi MBG hingga Pembangunan SPPG dengan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Selasa, 20 Januari 2026.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk melakukan seleksi PPPK tahap 3 dan 4, kita akan buka secara umum," kata Dadan, yang dikutip Kamis, 22 Januari 2026.
Kuota PPPK Badan Gizi Nasional
Dalam rekrutmen terbaru ini, BGN menyiapkan total 32.460 formasi yang akan dibuka pada PPPK Tahap 3 dan Tahap 4. Pembukaan seleksi tersebut merupakan kelanjutan dari proses rekrutmen yang telah berlangsung pada tahap-tahap sebelumnya.
Ilustrasi. Dok Antara.
Pada PPPK Tahap 1, BGN membuka 2.080 formasi khusus dan seluruh prosesnya telah rampung hingga tahap pengangkatan. Sementara itu, PPPK Tahap 2 diikuti oleh sekitar 32.000 peserta seleksi, yang terdiri dari 31.250 Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 750 untuk akuntan dan tenaga gizi.
Berbeda dengan tahap sebelumnya yang lebih difokuskan pada kebutuhan tertentu, PPPK Tahap 3 dan Tahap 4 akan dibuka lebih luas untuk masyarakat umum.
Kebijakan ini menunjukkan komitmen BGN untuk memperluas akses rekrutmen, seiring meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia di sektor layanan gizi nasional.
Saat ini para calon PPPK tersebut dalam tahap pengisian daftar riwayat hidup dan pengusulan nomor induk PPPK. Pengangkatan PPPK SPPG MBG tersebut diperkirakan mulai 1 Februari 2026.
Dengan dibukanya kesempatan yang lebih luas bagi pelamar umum, PPPK Tahap 3 dan Tahap 4 BGN diharapkan menjadi peluang bagi masyarakat untuk berkontribusi langsung dalam peningkatan kualitas gizi nasional.
(Jessica Nur Faddilah)