SRT 1 Kabupaten Bogor Mulai Dimanfaatkan, Tampung 1.080 Siswa

MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bogor di Jasinga, Jawa Barat. Foto: Brantas Abipraya.

SRT 1 Kabupaten Bogor Mulai Dimanfaatkan, Tampung 1.080 Siswa

Husen Miftahudin • 24 August 2026 12:51

Jakarta: Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Bogor di Jasinga, Jawa Barat, mulai dimanfaatkan untuk mendukung akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sebanyak 1.080 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dapat ditampung di sekolah tersebut.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai digelar pada 21 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pemanfaatan kawasan pendidikan yang dibangun di atas lahan seluas 6,96 hektare.

SRT 1 Kabupaten Bogor dirancang untuk menampung siswa dari keluarga yang masuk kelompok desil 1 dan desil 2. Kawasan pendidikan tersebut tidak hanya terdiri atas gedung sekolah, tetapi dirancang sebagai ekosistem pendidikan terpadu.

Sebanyak 29 bangunan berdiri dalam satu kawasan. Fasilitas yang tersedia mencakup gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, asrama guru, gedung serbaguna, tempat ibadah, kantin, lapangan olahraga, serta ruang terbuka hijau.

Kawasan tersebut berada di area perbukitan dengan ketinggian sekitar 161 meter di atas permukaan laut (mdpl). Penataan fasilitas secara terpadu ditujukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa selama menjalani pendidikan.

Bagi PT Brantas Abipraya (Persero), dimulainya MPLS menjadi momentum untuk memastikan fasilitas yang telah dibangun dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero) Dian Sovana mengatakan pembangunan SRT 1 Kabupaten Bogor merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung program strategis pemerintah, terutama perluasan akses terhadap infrastruktur pendidikan yang layak.

"Bagi Brantas Abipraya, setiap infrastruktur yang kami bangun tidak berhenti pada selesainya pekerjaan konstruksi, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap sekolah ini menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi para siswa," ujar Dian dalam keterangan tertulis, Senin, 24 Agustus 2026.

Menurut Dian, kualitas infrastruktur pendidikan menjadi salah satu faktor pendukung terciptanya lingkungan belajar yang menunjang perkembangan peserta didik. Karena itu, pembangunan SRT 1 Kabupaten Bogor tidak hanya memperhatikan kualitas konstruksi, tetapi juga kelengkapan fasilitas yang mendukung aktivitas pendidikan.

"Melalui pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, kami ingin turut menghadirkan infrastruktur pendidikan yang berkualitas, aman, dan dapat segera dimanfaatkan. Ini menjadi bagian dari komitmen Brantas Abipraya untuk memberikan nilai tambah melalui setiap karya yang kami bangun," kata Dian.
 



(MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bogor di Jasinga, Jawa Barat. Foto: Brantas Abipraya)
 

Dukung ekosistem pendidikan terpadu


Program Sekolah Rakyat dirancang untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Keberadaan asrama dan berbagai fasilitas pendukung menjadi bagian dari konsep pendidikan terpadu di SRT 1 Kabupaten Bogor.

Sekolah tersebut diharapkan menjadi tempat siswa mengikuti pembelajaran sekaligus mengembangkan karakter, keterampilan, dan potensi diri. Pelaksanaan MPLS menjadi tahap awal bagi siswa untuk mengenal lingkungan sekolah, tenaga pendidik, fasilitas, serta membangun interaksi dengan teman baru.

Dian mengatakan manfaat pembangunan infrastruktur pada akhirnya terlihat dari pemanfaatannya dan dampak yang diberikan kepada masyarakat.

"Pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. Melalui infrastruktur pendidikan yang berkualitas, kami ingin turut memperluas kesempatan belajar dan mendukung lahirnya generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing," ujar Dian.

Brantas Abipraya menyatakan akan terus mengembangkan pembangunan infrastruktur yang memenuhi standar kualitas konstruksi sekaligus memberikan manfaat sosial secara berkelanjutan.

"Ke depan, Brantas Abipraya akan terus menghadirkan karya-karya infrastruktur yang berkualitas, tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing," tutup Dian.

(Husen Miftahudin)