Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie. Foto: Metrotvnews.com/Adrian Bachtiar.
Ingin AI Menguntungkan? Simak 4 Langkah yang Disarankan Stella Christie
Ade Hapsari Lestarini • 9 June 2026 21:15
Jakarta: Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, mengatakan lebih dari 70 persen perusahaan di dunia telah mengalokasikan anggaran untuk pengembangan dan implementasi artificial intelligence (AI). Nilai investasi tersebut diperkirakan mencapai USD2 triliun.
Meski investasi terus meningkat, hasil yang diperoleh tidak selalu sesuai harapan. Berdasarkan data yang dipaparkan Stella, sebanyak 52 persen perusahaan menargetkan pengembalian investasi atau return on investment (ROI) AI dalam waktu 7-12 bulan. Namun, hanya sekitar enam persen organisasi yang berhasil mencapai target tersebut dalam waktu kurang dari satu tahun.
"Kalau kita lihat datanya, ekspektasinya itu bisa langsung return on investment dalam 7-12 bulan," ungkap Stella dalam Grab Business Forum 2026, di Shangri-La Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut Stella, tingginya ekspektasi terhadap AI didorong tren yang menunjukkan teknologi tersebut mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Namun, penerapan AI tetap harus mempertimbangkan perhitungan biaya dan manfaat secara cermat.
"Apakah menggunakan AI itu menguntungkan? Kita selalu menghitung cost dan benefitnya," kata Stella.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie. Foto: Metrotvnews.com/Adrian Bachtiar.
AI tidak selalu objektif
Stella menilai, perusahaan juga perlu memahami AI tidak selalu menghasilkan keputusan yang objektif. Hal itu karena sistem AI bekerja berdasarkan data yang digunakan untuk melatih algoritmanya.
Ia mencontohkan kasus yang pernah terjadi di Amazon, ketika sistem rekrutmen berbasis AI menunjukkan kecenderungan bias gender dalam proses seleksi kandidat. Menurut Stella, bias tersebut muncul karena data historis yang digunakan dalam pelatihan sistem sudah mengandung bias sejak awal.
"Data-data yang ada secara historis itu sudah memiliki bias," kata dia.
Meski demikian, Stella menegaskan AI tetap memberikan manfaat signifikan di berbagai sektor, mulai dari transportasi, layanan keuangan, kesehatan, hingga pendidikan.
Baca Juga :
Survei APJII: Gen Z Paling Banyak Mengakses AI
4 langkah mengoptimalkan penggunaan AI
Stella pun membagikan empat langkah yang perlu diperhatikan organisasi maupun perusahaan sebelum mengadopsi AI.
- What, yakni memastikan masalah yang ingin diselesaikan telah teridentifikasi dengan jelas.
- When, yaitu menentukan waktu yang tepat untuk mengadopsi AI agar solusi yang tersedia benar-benar relevan, memungkinkan diterapkan, dan terjangkau.
- Who, yaitu menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan AI secara tepat sesuai kebutuhan organisasi.
- Tetap melibatkan manusia dalam proses pengambilan keputusan dan tidak sepenuhnya menggantikan peran karyawan dengan teknologi.
Menurut Stella, sumber daya manusia tetap menjadi faktor utama dalam penggunaan AI karena berperan dalam mengawasi hasil yang dihasilkan sistem, meminimalkan bias, serta memastikan keputusan yang diambil sesuai tujuan organisasi.
"Sumber daya manusia menjadi paling fundamental untuk bisnis, yaitu decision making dan mengambil keputusan," tegas Stella. (Adrian Bachtiar)