12 Burung Jalak Bali Dilepasliarkan ke Habitat Alami

Burung jalak Bali hingga di ranting pohon setelah dilepasliarkan di kawasan Desa Adat Karang Dalam Tua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis, 9 April 2026. ANTARA/Rita Laura

12 Burung Jalak Bali Dilepasliarkan ke Habitat Alami

Silvana Febiari • 9 April 2026 23:39

Badung: Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali bersama mitra terkait melepasliarkan sebanyak 12 Burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) di Desa Adat Karang Dalem Tua Abiansemal, Kabupaten Badung. Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung kelestarian habitat alami.

"Kami harap kolaborasi ini dapat menginspirasi publik," kata Kepala BKSDA Bali Ratna Hendratmoko, dilansir dari Antara, Kamis, 9 April 2026. 

Sebanyak 12 burung endemik Bali itu masing-masing terdiri dari enam ekor jantan dan betina yang sebelumnya ditangkarkan oleh mitra badan konservasi itu.
 


Sebelum dikembalikan ke alam, tim medis veteriner BKSDA Bali memastikan kondisi kesehatan burung dengan warna khas putih dan biru di sekitar mata. Burung-burung itu dinyatakan siap dilepasliarkan setelah menjalani masa habituasi atau penyesuaian selama satu bulan.

Jalak atau burung curik Bali merupakan satwa liar dilindungi menurut Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya juncto UU Nomor 32 Tahun 2024 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Berdasarkan data konservasi internasional (IUCN) Burung Jalak Bali termasuk dalam kategori langka atau Endangered (EN). Perlindungan terhadap satwa itu penting mengingat populasinya yang terancam akibat perburuan di alam liar.


Burung jalak Bali hingga di ranting pohon setelah dilepasliarkan di kawasan Desa Adat Karang Dalam Tua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis, 9 April 2026. ANTARA/Rita Laura

Sementara itu pelepasliaran Burung Jalak Bali dilakukan di Desa Adat Karang Dalem Tua. Desa ini dikenal sebagai kawasan dengan kekayaan lanskap alam dan budaya yang masih terjaga.

Secara geografis, wilayah itu terletak di kawasan dataran tinggi. Lanskapnya didominasi aliran Sungai Ayung, persawahan, serta hutan dan kebun masyarakat yang masih asri.

Lingkungan alam yang relatif terjaga membuat kawasan Desa Karang Dalem Tua memiliki potensi ekologis yang tinggi. Area ini menjadi habitat alami bagi berbagai jenis satwa, termasuk burung endemik Bali.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)