Nyaris Hancur! Aksi Nekat Kapal Perusak AS di Selat Hormuz Digagalkan Iran

Angkatan Laut Iran lakukan patroli di sekitar wilayah laut. Foto: Press TV

Nyaris Hancur! Aksi Nekat Kapal Perusak AS di Selat Hormuz Digagalkan Iran

Dimas Chairullah • 13 April 2026 16:09

Teheran: Upaya militer Amerika Serikat (AS) untuk meloloskan dua kapal perusaknya melintasi Selat Hormuz pada Sabtu lalu berakhir pada kegagalan yang memalukan.

Manuver ini dinilai sebagai aksi propaganda berisiko tinggi yang sengaja diselaraskan dengan perundingan AS-Iran di Islamabad, Pakistan.

Melansir hasil investigasi Press TV, sumber-sumber tingkat tinggi militer dan keamanan Iran mengungkapkan bahwa armada Angkatan Laut AS tersebut nyaris hancur total akibat mencoba melewati Selat Hormuz secara diam-diam.

Dua kapal perusak kelas Arleigh Burke, yakni USS Michael Murphy (DDG 112) dan USS Frank E. Peterson (DDG 121), dicegat dan dipaksa mundur oleh pasukan angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran saat mencoba memasuki jalur air strategis tersebut.

Berdasarkan investigasi Press TV, armada Amerika mencoba menggunakan taktik perang elektronik untuk mengelabui militer Iran. Mereka mematikan sistem pelaporan posisi dan memalsukan identitas untuk menampilkan diri sebagai kapal komersial milik Oman yang sedang melakukan transit pesisir.

Kapal-kapal AS itu bahkan nekat memilih rute perairan dangkal yang sangat dekat dengan pantai. Mereka berharap pasukan Iran akan lengah di tengah berlakunya status gencatan senjata.

Namun, patroli angkatan laut IRGC di sekitar Fujairah dengan cepat mendeteksi penipuan tersebut.

Saat USS Frank E. Peterson bersikeras melanjutkan perjalanannya, armada tersebut langsung dikejutkan oleh sistem peringatan mereka sendiri. Radar rudal jelajah Iran telah mengunci target pada kapal perusak tersebut. Bersamaan dengan itu, drone tempur IRGC dikerahkan terbang tepat di atas kedua kapal AS.

Mengutip Press TV, IRGC segera mengirimkan peringatan terakhir melalui saluran komunikasi internasional 16. Militer Iran memberikan ultimatum tegas: armada AS harus berbalik dan meninggalkan area tersebut dalam waktu 30 menit, atau akan menjadi sasaran tembak Angkatan Bersenjata Iran.

Sebagai langkah antisipasi, helikopter pendukung Iran yang terbang di area tersebut juga memperingatkan seluruh kapal komersial untuk menjauh setidaknya 10 mil dari kapal AS. Hal ini guna menghindari jatuhnya korban sipil jika IRGC benar-benar melepaskan tembakan penghancur.

Menyadari kapal mereka hanya berjarak beberapa menit dari kehancuran total, percakapan radio menunjukkan kepatuhan penuh operator angkatan laut AS terhadap ultimatum IRGC. Kedua kapal perusak itu pun segera memutar balik dan mundur dari Selat Hormuz.

Laporan Press TV mencatat bahwa operasi nekat dan gagal ini diyakini merupakan buntut dari pemecatan para jenderal militer berpangkat tinggi oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth baru-baru ini, yang membuat AS menempatkan operasi militer demi sekadar melayani kepentingan propaganda.

Sebelumnya pada hari Minggu, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari selaku Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, secara tegas membantah klaim Komando Pusat AS (CENTCOM) yang menyebut kapal militer Amerika berhasil melewati Selat Hormuz.

"Otorisasi untuk transit kapal mana pun melalui jalur air strategis ini sepenuhnya berada di tangan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran," tegas Zolfaqari.

Senada dengan hal itu, Angkatan Laut IRGC merilis pengumuman terpisah yang memperingatkan bahwa setiap upaya kapal militer AS untuk melintasi Selat Hormuz secara sepihak akan selalu disambut dengan konfrontasi keras.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)