Diplomasi di Kaki Bukit Margalla: AS dan Iran Upayakan Perdamaian di Islamabad

Ilustrasi AAJ TV

Diplomasi di Kaki Bukit Margalla: AS dan Iran Upayakan Perdamaian di Islamabad

Fajar Nugraha • 10 April 2026 18:18

Islamabad: Ibu Kota Pakistan kini berada dalam pengamanan ketat menjelang pertemuan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan mulai Sabtu pagi, 11 April 2026.

Langkah ini diambil setelah enam minggu ketegangan militer yang mengganggu jalur energi global dan melonjakkan harga minyak dunia.

Kapan dan di mana perundingan akan diadakan?

Pertemuan bersejarah ini berpusat di Hotel Serena, sebuah area steril di dalam Zona Merah Islamabad yang berdekatan dengan kantor kementerian luar negeri.

Pemerintah Pakistan telah menetapkan tanggal 9 dan 10 April sebagai hari libur publik untuk meminimalisasi pergerakan massa di sekitar lokasi perundingan.

Siapa yang akan menghadiri perundingan?

Wakil Presiden AS JD Vance memimpin delegasi Amerika bersama utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner sebagai representasi langsung Gedung Putih.

Sementara itu, Iran mengutus Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi untuk memperjuangkan kepentingan Teheran di meja perundingan.

Seperti apa bentuk negosiasi tersebut?

Perdana Menteri Shehbaz Sharif akan memfasilitasi komunikasi secara tidak langsung melalui metode diplomasi jemput bola di ruangan terpisah.

Pejabat Pakistan akan bertindak sebagai penyampai pesan antara kedua delegasi guna menghindari konfrontasi langsung yang dapat menghambat jalannya diskusi.

Mengapa Pakistan?

Pakistan dipilih sebagai mediator karena memiliki hubungan diplomatik yang unik dengan Washington maupun Teheran di tengah konflik yang memanas.

Statusnya sebagai sekutu non-Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tanpa pangkalan militer Amerika memberikan posisi tawar yang netral dan dapat diterima oleh pihak Iran.

Apa yang ada di atas meja perundingan?

Perundingan ini akan membahas sepuluh poin usulan Iran, termasuk pengawasan Selat Hormuz, serta tuntutan AS terkait penyerahan cadangan uranium.

Fokus utama diskusi ini adalah untuk memperpanjang gencatan senjata dua minggu yang kini tengah berada di ambang keruntuhan.

Apa kemungkinan hasil dan hambatan potensial?

Ketidakpercayaan yang mendalam dan eskalasi serangan di Lebanon menjadi tantangan terbesar bagi keberhasilan dialog ini. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan peringatan keras terkait posisi Amerika Serikat dalam konflik ini melalui pernyatannya.

"Amerika Serikat harus memilih antara gencatan senjata atau kelanjutan perang melalui Israel," ucap Araghchi, dikutip dari media Al Jazeera, Kamis, 9 April 2026.

Meskipun kesepakatan final sulit dicapai dalam waktu dekat, pertemuan ini dianggap sebagai langkah krusial untuk mencegah perang terbuka yang lebih luas. Dunia kini menunggu apakah diplomasi di Islamabad mampu meredam ketegangan di Timur Tengah yang kian kritis.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)