Indonesia Kutuk Keras Agresi Israel di Lebanon, Soroti Ancaman bagi UNIFIL

Plt. Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kementerian Luar Negeri RI, Veronica Vicka Ancilla Rompis. Foto: Metrotvnews.com/Dimas Chairullah

Indonesia Kutuk Keras Agresi Israel di Lebanon, Soroti Ancaman bagi UNIFIL

Dimas Chairullah • 8 April 2026 13:01

Jakarta: Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengutuk keras agresi militer Israel di Lebanon selatan yang dinilai terus memperburuk stabilitas kawasan.

Serangan semacam itu tidak hanya meningkatkan ketegangan, tetapi juga membahayakan keselamatan personel pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) serta melemahkan mandat Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701.

Dalam serangan terhadap UNIFIL pada akhir Maret lalu, tiga prajurit TNI gugur dan beberapa lainnya terluka.

Pelaksana Tugas Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kemlu RI, Veronica Vicka Ancilla Rompis, menyoroti risiko nyata dari eskalasi militer tersebut, terutama setelah insiden yang menewaskan personel UNIFIL dari Indonesia.

"Operasi militer Israel yang terus berlanjut di Lebanon selatan, termasuk pernyataan untuk mempertahankan kehadiran di wilayah tersebut, berisiko semakin mendestabilisasi situasi dan membahayakan personel pemelihara perdamaian," ujar Veronica dalam keterangan pers di Kementerian Luar Negeri pada Rabu, 8 April 2026.

Terkait investigasi gugurnya tiga prajurit TNI, Veronica menegaskan Indonesia akan mengambil sikap tegas jika Israel terbukti bertanggung jawab.

"Apabila hasil investigasi mengonfirmasi hal tersebut, Pemerintah Indonesia akan mengutuk keras karena merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional," tegasnya.

Kemlu juga mengingatkan komunitas internasional agar tidak membiarkan pelanggaran terhadap pasukan penjaga perdamaian terus terjadi.

"Indonesia menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan personel pemelihara perdamaian PBB tidak dapat ditawar," pungkasnya.

Baca juga:  Hasil Penyelidikan Awal Dirilis, Kemlu Desak PBB Usut Tuntas Gugurnya 3 TNI

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)