Ilustrasi Transjakarta. Foto: MI.
Subsidi Berkurang, Pemprov Pastikan Belum Ada Rencana Penaikan Tarif TransJakarta
Mohamad Farhan Zhuhri • 9 January 2026 17:03
Jakarta: Subsidi tarif TransJakarta dipastikan berkurang pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 DKI Jakarta. Namun, belum ada wacana penaikan tarif salah satu moda transportasi umum Ibu Kota tersebut.
Hal itu disampaikan Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Joga. Menurut dia, tarif TransJakarta masih sebesar Rp3.500 per penumpang.
"Secara teknis, sampai dengan sekarang tidak ada rencana kenaikan tarif," kata Nirwono dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 9 Januari 2026.
Ia mengatakan, tarif Transjakarta sebesar Rp3.500 per perjalanan bukanlah harga sebenarnya. Angka itu telah dikurangi oleh subsidi sekitar Rp11.500 oleh Pemprov Jakarta untuk setiap penumpang TransJakarta.
Nirwono menjelaskan, belum adanya rencana penaikan tarif TransJakarta karena beberapa faktor. Salah satunya, kondisi ekonomi masyarakat hari ini.
"Idealnya kalau layanannya itu sama dengan di 2025, maka TJ (TransJakarta) dan Dishub itu mengajukan anggaran sekitar Rp4,8 T. Sementara akibat efisiensi anggaran di APBD 2026, itu disepakati di angka Rp3,7 T ya," ungkap Nirwono.
Nirwono menjelaskan penambahan subsidi akan dibahas dengan DPRD DKI Jakarta. Hal itu akan dilakukan dalam pembahasan APBD Perubahan pada Mei-Juni 2026.
Nirwono menyebutkan, apabila anggaran subsidi itu tak ditambah dalam APBD Perubahan, layanan TransJakarta bisa saja berhenti. Oleh karena itu, penambahan anggaran subsidi pasti akan dilakukan untuk kepastian layanan TransJakarta berjalan normal sampai akhir 2026.

Ilustrasi TransJakarta. Foto: Medcom.id.
Selain itu, Nirwono menjelaskan wacana pengurangan subsidi untuk Trans-Jakarta itu sudah dibahas beberapa kali. Beberapa penyebabnya ialah penurunan APBD akibat berkurang dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Dalam pergub itu, dijabarkan bahwa APBD Jakarta 2026 adalah Rp 81,32 triliun. Jumlah tersebut turun dari Rp 91,86 triliun pada 2025.