Sebuah kapal tanker melintas di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)
Iran Tuntut Kompensasi dari AS dan Tegaskan Kedaulatan atas Selat Hormuz
Willy Haryono • 11 May 2026 09:32
Teheran: Proposal balasan terbaru Iran terhadap rencana perdamaian Amerika Serikat (AS) menuntut adanya kompensasi dari Washington serta penegasan kedaulatan Teheran atas Selat Hormuz.
Berdasarkan laporan media pemerintah Iran, Press TV, pada Senin, 11 Mei, dokumen tersebut juga mendesak penghentian sanksi dan pelepasan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri.
Pihak Teheran menyatakan menolak rencana perdamaian yang diajukan AS karena dianggap mengharuskan Iran tunduk pada tuntutan berlebihan Presiden Donald Trump. Dalam tanggapan resminya, Iran lebih menekankan pada penghormatan terhadap hak-hak fundamental bangsa Iran.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Donald Trump melalui platform Truth Social pada Minggu mengatakan telah meninjau jawaban terbaru dari Iran. Trump mendeskripsikan proposal balasan Teheran tersebut sebagai sesuatu yang sama sekali tidak dapat diterima.
Ketegangan di kawasan terus meningkat sejak AS dan Israel meluncurkan serangan ke Iran pada 28 Februari lalu, yang memicu aksi balasan dari Teheran serta gangguan di Selat Hormuz.
Meski gencatan senjata telah berlaku sejak 8 April melalui mediasi Pakistan, perundingan di Islamabad sejauh ini gagal menghasilkan kesepakatan permanen.
Masa gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Trump tanpa batas waktu yang ditentukan. Namun, sejak 13 April, Amerika Serikat terus memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur perairan strategis tersebut. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Iran Tegaskan Respons terhadap Proposal AS Bukan untuk Menyenangkan Trump