6 Cara Cegah Jadi Korban Deepfake Pornografi

Ilustrasi freepik

6 Cara Cegah Jadi Korban Deepfake Pornografi

Putri Purnama Sari • 30 July 2026 18:11

Jakarta: Tak hanya banyak membawa manfaat, kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) juga memunculkan risiko penyalahgunaan. Salah satunya adalah deepfake pornografi, yaitu manipulasi foto, video, atau suara seseorang menggunakan AI sehingga tampak seolah-olah terlibat dalam konten pornografi tanpa persetujuannya.

Kasus deepfake pornografi semakin menjadi perhatian karena dapat merugikan korban, baik secara psikologis, sosial, maupun reputasi. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami cara melindungi data pribadi agar tidak mudah disalahgunakan.

Lantas, bagaimana cara mencegah menjadi korban deepfake pornografi? Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan.

Apa Itu Deepfake Pornografi?

Deepfake pornografi merupakan bentuk penyalahgunaan teknologi AI untuk mengubah atau merekayasa wajah seseorang ke dalam foto maupun video bermuatan pornografi sehingga terlihat menyerupai orang asli.

Pelaku umumnya memanfaatkan foto atau video yang diambil dari media sosial maupun platform digital lainnya. Semakin banyak gambar wajah yang tersedia di internet, semakin mudah teknologi AI menghasilkan manipulasi yang tampak realistis.

Cara Mencegah Jadi Korban Deepfake Pornografi


Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com

Meski tidak dapat menghilangkan risiko sepenuhnya, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi peluang menjadi korban.

1. Batasi Foto Pribadi yang Dibagikan di Media Sosial

Hindari mengunggah terlalu banyak foto wajah dengan resolusi tinggi, terutama yang memperlihatkan wajah dari berbagai sudut. Foto-foto tersebut dapat dimanfaatkan pelaku untuk melatih sistem AI dalam membuat deepfake.

2. Atur Privasi Akun Media Sosial

Gunakan pengaturan privasi agar unggahan hanya dapat dilihat oleh orang-orang yang dikenal. Membatasi akses publik dapat mengurangi kemungkinan foto disalin oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

3. Berhati-hati Mengunggah Foto Anak

Orang tua juga disarankan lebih selektif saat membagikan foto anak di internet. Foto anak yang tersebar luas berpotensi disalahgunakan untuk berbagai bentuk manipulasi digital, termasuk deepfake.

4. Hindari Mengirim Foto Pribadi kepada Orang yang Tidak Dikenal

Jangan mudah membagikan foto maupun video pribadi melalui media sosial atau aplikasi pesan kepada orang yang identitasnya belum dapat dipastikan.

5. Gunakan Kata Sandi yang Kuat dan Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

Lindungi akun media sosial dan penyimpanan cloud menggunakan kata sandi yang kuat serta aktifkan autentikasi dua faktor (2FA). Langkah ini dapat membantu mencegah pencurian foto akibat pembobolan akun.

6. Rutin Memantau Jejak Digital

Sesekali lakukan pencarian nama atau foto Anda di internet untuk mengetahui apakah ada penyalahgunaan identitas. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Menjadi Korban?

Apabila menemukan foto atau video deepfake yang menggunakan identitas Anda, jangan panik. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Simpan bukti berupa tangkapan layar (screenshot), tautan (URL), atau rekaman konten.
  • Laporkan konten tersebut kepada platform tempat konten diunggah agar segera ditinjau dan dihapus.
  • Hindari menyebarluaskan kembali konten karena dapat memperluas dampaknya.
  • Laporkan kejadian kepada aparat penegak hukum apabila terdapat dugaan tindak pidana atau penyalahgunaan identitas.
  • Mintalah dukungan dari keluarga, teman, atau tenaga profesional jika kejadian tersebut menimbulkan tekanan psikologis.

(Putri Purnama Sari)