Israel Langgar Gencatan Senjata di Lebanon saat Perundingan Roma Berlangsung

Asap dari serangan Israel di Lebanon. (Anadolu Agency)

Israel Langgar Gencatan Senjata di Lebanon saat Perundingan Roma Berlangsung

Willy Haryono • 5 August 2026 06:20

Roma: Militer Israel dilaporkan melakukan sejumlah pelanggaran gencatan senjata di Lebanon, meski perundingan langsung antar kedua negara berlangsung di Roma pada Selasa, menurut laporan kantor berita National News Agency (NNA).

Laporan itu muncul meski kedua negara telah menandatangani kerangka kesepakatan yang dimediasi AS pada Juni lalu.

Di Lebanon selatan, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Rabu, 5 Agustus 2026, disebutkan bahwa kendaraan militer Israel bergerak dari Kota Haddatha menuju pinggiran Aita al-Jabal di Distrik Bint Jbeil. Pasukan Israel juga disebut melancarkan tembakan artileri serta mengoperasikan drone dan pesawat pengintai di wilayah tersebut.

Selain itu, tentara Israel dilaporkan melepaskan tembakan senapan mesin ke arah Haddatha ketika kendaraan militer bergerak menuju Kota Haris.

NNA juga melaporkan terjadinya ledakan besar di kawasan antara Kota Mansouri dan Majdal Zoun di Distrik Tyre, serta di Kota Haddatha.

Sebuah drone Israel dilaporkan menyerang kawasan Roueiss di pinggiran Nabatieh al-Fawqa, sementara artileri Israel menembaki Kota Zawtar al-Sharqiya di Distrik Nabatieh.

Beberapa tank Merkava yang didampingi buldoser juga dilaporkan bergerak menuju pinggiran Haddatha dan Aita al-Jabal. Salah satu tank disebut menembakkan proyektil ke sebuah rumah.

Di Lebanon timur, jet tempur Israel dilaporkan terbang rendah di atas Baalbek dan Lembah Bekaa. Pesawat tempur juga terlihat melintas di wilayah Bekaa utara, serta kawasan pegunungan Akkar dan Hermel di dekat perbatasan Suriah.

Sementara itu, drone Israel dilaporkan terus beroperasi di atas Beirut dan wilayah selatan ibu kota.

Perundingan Berlangsung di Roma

Pertemuan di Roma merupakan putaran kedua yang digelar di Italia setelah lima putaran sebelumnya berlangsung di Washington dalam proses negosiasi yang dimediasi AS.

Meski gencatan senjata mulai berlaku pada 16 April 2026, Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut operasi militer Israel yang dimulai pada 2 Maret 2026 telah menewaskan 4.333 orang dan melukai 12.250 lainnya.

Pada akhir Juli, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan peluncuran inisiatif pilot zone di Kota Froun, Srifa, dan Zawtar al-Gharbiya berdasarkan kesepakatan kerangka yang ditandatangani Lebanon dan Israel pada Juni.

Kesepakatan tersebut mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Lebanon yang diduduki. Sebagai gantinya, tentara Lebanon akan mengambil alih tanggung jawab keamanan di wilayah tersebut serta melaksanakan pelucutan senjata kelompok-kelompok bersenjata, yang merujuk pada Hizbullah.

Hingga kini, Israel masih menguasai sejumlah wilayah di Lebanon selatan, baik yang telah diduduki selama beberapa dekade maupun wilayah yang direbut dalam perang 2023–2024. Menurut laporan tersebut, pasukan Israel juga telah bergerak lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon dalam operasi militer yang sedang berlangsung.

Baca juga: Lebanon-Israel Memulai Putaran Ketujuh Perundingan Langsung di Roma

(Willy Haryono)