Iran batalkan rencana serangan ke Ukraina. Foto: Anadolu
Iran Batalkan Rencana Serangan ke Ukraina Usai Permintaan Maaf Kyiv
Fajar Nugraha • 4 August 2026 10:14
Teheran: Penasihat militer utama pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaei mengatakan, angkatan bersenjata Iran telah menyelesaikan persiapan untuk serangan terhadap Ukraina sebelum operasi akhirnya dibatalkan.
“Iran membatalkan operasi tersebut setelah ‘permintaan maaf’ dari Kyiv,” kata Rezaei pada Senin 3 Agustus 2026, dilansir dari Anadolu, Selasa 4 Agustus 2026.
Rezaei juga memperingatkan bahwa Iran tidak akan mengizinkan rute maritim apa pun melalui Selat Hormuz di luar rute yang telah ditentukan Iran, mengatakan bahwa setiap kapal angkatan laut musuh yang mencoba menggunakan "rute ilegal" akan menjadi sasaran.
Ia juga mengatakan bahwa Iran telah menimbulkan kerugian besar pada pasukan AS selama konflik 17 hari baru-baru ini, menambahkan bahwa serangan rudal dan drone Iran telah menggagalkan tujuan militer Washington.
Pernyataan tersebut muncul setelah Iran menuduh Ukraina pada 25 Juli menyerang kapal dagang Iran di Laut Kaspia, menewaskan seorang awak kapal.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kemudian mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha bahwa Kyiv harus memberikan kompensasi kepada Teheran atas kerusakan yang disebabkan oleh serangan tersebut.
Ketegangan telah meningkat di seluruh Timur Tengah sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada bulan Februari, memicu serangan balasan oleh Teheran yang menargetkan beberapa negara di kawasan tersebut.
AS dan Iran menyepakati gencatan senjata pada April dan kemudian menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni yang bertujuan untuk mengakhiri konflik militer mereka dan mencapai kesepakatan perdamaian yang langgeng. Namun, kesepakatan tersebut runtuh bulan lalu, dengan AS dan Iran saling melancarkan serangan selama hampir dua minggu.