Kerusakan akibat serangan Israel di Jalur Gaza. (Anadolu Agency)
Serangan Israel di Gaza Tewaskan 6 Orang, Pusat Distribusi Makanan Hancur
Willy Haryono • 18 May 2026 06:28
Gaza: Sedikitnya enam warga Palestina dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka akibat rangkaian serangan udara militer Israel di Jalur Gaza pada Minggu, 17 Mei 2026.
Serangan terbaru ini kembali terjadi meski status gencatan senjata masih berlaku.
Sumber medis mengatakan kepada media Anadolu bahwa tiga warga Palestina tewas dalam serangan Israel yang menyasar Kota Deir al-Balah di Gaza tengah.
Saksi mata mengatakan sebuah drone Israel melancarkan serangan udara yang menghancurkan pusat distribusi makanan di dekat Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di wilayah tersebut.
Di lokasi terpisah, satu warga Palestina tewas dan empat lainnya terluka setelah drone Israel menyerang sekelompok warga di Khan Younis, Gaza selatan. Serangan drone lainnya di wilayah Khan Younis juga menewaskan satu orang dan melukai beberapa warga lainnya.
Sementara itu, seorang warga Palestina dilaporkan tewas akibat tembakan pasukan Israel di lingkungan Zeitoun, tenggara Kota Gaza.
Sumber medis turut melaporkan sembilan orang mengalami luka-luka dalam serangan drone Israel yang menargetkan kawasan Tel al-Hawa di sebelah barat Kota Gaza, dekat Rumah Sakit Al-Quds.
Israel Perluas Area Kontrol Militer
Di tengah serangan tersebut, sejumlah sumber lokal dan saksi mata melaporkan kendaraan militer Israel bergerak masuk ke kota Bani Suheila di sebelah timur Khan Younis sejak Minggu dini hari.Pergerakan itu disertai rentetan tembakan dan penembakan artileri. Menurut laporan warga, kendaraan militer Israel mendorong blok beton penanda “Yellow Line” puluhan meter ke arah barat di kawasan Al-Raqab dan Al-Fajm.
Langkah tersebut dinilai memperluas wilayah yang berada di bawah kontrol militer Israel.
Saksi mata juga menyebut buldoser militer Israel merobohkan sejumlah rumah di kawasan tersebut. Akibat eskalasi terbaru ini, beberapa keluarga dilaporkan kembali mengungsi menuju wilayah tengah dan barat Khan Younis.
“Yellow Line” merupakan garis batas penarikan pasukan Israel di dalam Gaza yang menjadi bagian dari fase kedua rencana penghentian perang yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Garis tersebut memisahkan wilayah yang sepenuhnya berada di bawah kendali militer Israel dengan area yang masih dapat diakses warga Palestina.
Sejak perang pecah pada Oktober 2023, serangan militer Israel di Gaza dilaporkan telah menewaskan lebih dari 72.000 orang, mayoritas perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 172.000 lainnya.
Meski gencatan senjata mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 871 orang tetap tewas dan sedikitnya 2.562 lainnya terluka akibat serangan lanjutan Israel.
Baca juga: Zionis Israel Bombardir Gaza saat Peringatan Nakba, 11 Orang Tewas