Pramono: Puskesmas Pembantu Berperan Atasi Masalah RW Kumuh

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta Barat. Foto: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.

Pramono: Puskesmas Pembantu Berperan Atasi Masalah RW Kumuh

Fachri Audhia Hafiez • 18 May 2026 11:14

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menekankan pentingnya optimalisasi fasilitas kesehatan lini pertama untuk mendongkrak kualitas hidup warga di wilayah marginal. Keberadaan puskesmas pembantu (pustu) dinilai menjadi instrumen krusial dalam mengintervensi serta menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan laten yang kerap melanda kawasan Rukun Warga (RW) kumuh di ibu kota.

“Puskesmas-puskesmas pembantu seperti inilah yang juga nanti akan berperan serta untuk lebih menurunkan lagi persoalan yang ada di RW kumuh di Jakarta, karena saya ingin Jakarta semakin baik, semakin bersih,” ungkap Pramono saat dijumpai di Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II, Jakarta Barat, dilansir Antara, Senin, 18 Mei 2026.
 


Sebagai informasi, penentuan status kumuh pada tingkat lokal diukur secara rigid melalui agregasi 11 kriteria pada tingkat rukun tetangga (RT). 

Indikator tersebut mencakup tingkat kepadatan penduduk, kepadatan bangunan, kelayakan konstruksi tempat tinggal, kualitas ventilasi dan pencahayaan, ketersediaan fasilitas sanitasi, tata kelola pembuangan dan pengangkutan sampah, drainase, akses jalan, penerangan jalan umum, hingga tata letak bangunan.

Dengan demikian, kehadiran puskesmas pembantu dinilai dapat membantu masalah kesehatan yang kerap dialami oleh warga yang tinggal di RW kumuh.


Puskesmas Pembantu (Pustu) Meruya Selatan II di Jakarta Barat. Foto: Metro TV/Rifda Muthia Zahra.

Sebelumnya, Pramono sempat mengungkapkan adanya penurunan jumlah RW yang masuk dalam kategori kumuh di Jakarta. Berdasarkan hasil pendataan terbaru yang berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah RW kumuh di Jakarta saat ini menurun menjadi 211 dari 445 RW pada 2017.

Pramono pun menginstruksikan jajarannya agar lebih mendalami hasil pendataan tersebut guna memperbaiki kehidupan masyarakat Jakarta.

"Walaupun nanti ada 1.900 yang sebelumnya dianggap sudah tidak kumuh, tetapi saya juga setuju untuk lebih diperdalam. Jadi, ada penurunan RW kumuh dari 445 di tahun 2017 menjadi 211 di tahun ini. Penurunannya kurang lebih 52,58 persen," ujar Pramono. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)