11 Aturan Baru FIFA untuk Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 berlangsung di Amerika Serikat (FIFA)

11 Aturan Baru FIFA untuk Piala Dunia 2026

Riza Aslam Khaeron • 12 May 2026 18:24

Jakarta: Piala Dunia 2026 bukan sekadar turnamen dengan skala yang lebih besar, melainkan sebuah revolusi dalam sejarah sepak bola modern. Digelar mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di tiga negara tuan rumah — Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko — edisi ke-23 ini akan menjadi yang pertama diikuti oleh 48 tim nasional.


Jumlah ini meningkat drastis dari format 32 tim yang telah bertahan sejak 1998, dengan total 104 pertandingan yang akan tersebar di 16 kota penyelenggara. Transformasi besar ini tidak hanya terbatas pada jumlah peserta dan format kompetisi.

The International Football Association Board (IFAB) telah mengesahkan sejumlah regulasi baru yang akan resmi diterapkan di lapangan. Aturan-aturan ini dirancang untuk mengendalikan tempo permainan, meminimalkan praktik buang-buang waktu, memperluas wewenang VAR, hingga memberikan sanksi tegas terhadap perilaku pemain yang mencederai sportivitas.

Berikut adalah sejumlah aturan baru di Piala Dunia 2026 mendatang:

1. Ekspansi Peserta Menjadi 48 Tim

Piala Dunia 2026 mencatatkan sejarah sebagai edisi pertama yang melibatkan 48 tim nasional. FIFA memproyeksikan edisi ini sebagai turnamen terbesar sepanjang masa, yang memberikan peluang lebih luas bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk menunjukkan taji di putaran final.

2. Perubahan Format Menjadi 12 Grup

Seiring bertambahnya peserta, struktur fase grup pun mengalami penyesuaian. Turnamen ini akan dibagi ke dalam 12 grup, di mana masing-masing grup berisi empat tim. Setiap tim akan melakoni tiga pertandingan di fase ini. Format ini ditetapkan setelah FIFA mempertimbangkan aspek sportivitas dan kegembiraan penonton dibandingkan opsi 16 grup berisi tiga tim.

3. Jalur Kualifikasi bagi Peringkat Ketiga Terbaik

Sistem kelolosan ke fase gugur kini lebih terbuka. Selain juara dan runner-up grup, delapan tim peringkat ketiga terbaik dari total 12 grup juga berhak melaju ke babak selanjutnya.
Hal ini menjaga asa tim-tim peserta tetap hidup hingga laga terakhir fase grup

4. Penambahan Fase Babak 32 Besar

Format baru ini melahirkan tahap gugur tambahan, yakni babak 32 besar. Berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya yang langsung memulai fase eliminasi dari babak 16 besar, kini 32 tim harus bertarung terlebih dahulu untuk memperebutkan tiket ke perempat final, semifinal, hingga partai puncak.

5. Batas Waktu Penguasaan Bola oleh Kiper (8 Detik)

Regulasi mengenai kiper yang memegang bola kini jauh lebih ketat. Jika kiper menguasai bola lebih dari delapan detik, wasit akan memberikan hitungan visual pada lima detik terakhir. Apabila kiper tetap tidak melepas bola setelah waktu habis, lawan akan diberikan tendangan sudut—menggantikan hukuman lama yang berupa tendangan bebas tidak langsung.


Amerika Serikat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Meksiko dan Kanada. Foto: The New York Times

6. Hitungan 5 Detik untuk Lemparan ke Dalam

Hitungan mundur visual juga akan diterapkan pada situasi lemparan ke dalam. Jika wasit menilai pemain sengaja memperlambat tempo atau terlalu lama mengambil ancang-ancang, hitungan lima detik akan dimulai. Jika bola belum dilemparkan saat waktu habis, hak lemparan ke dalam akan berpindah ke tim lawan.

7. Sanksi Penundaan Tendangan Gawang

Serupa dengan aturan lemparan ke dalam, tendangan gawang yang sengaja ditunda-tunda untuk membuang waktu dapat dikenai hitungan visual lima detik. Jika melewati batas waktu tersebut, wasit akan memberikan tendangan sudut bagi tim lawan. Langkah ini diambil untuk menutup celah taktik "ulur waktu" di menit-menit krusial.
 
Baca Juga:
Iran Ajukan 7 Syarat ke FIFA untuk Tampil di Piala Dunia 2026, Ini Daftarnya

8. Kewajiban Keluar Lapangan Saat Pergantian (10 Detik)

Pemain yang diganti wajib keluar dari lapangan dalam waktu 10 detik setelah papan pergantian ditampilkan atau setelah sinyal wasit diberikan.

Jika pemain tersebut tidak keluar tepat waktu, ia tetap harus meninggalkan lapangan. Namun, pemain pengganti belum boleh masuk sampai penghentian pertama setelah satu menit waktu berjalan. Aturan ini ditujukan untuk mencegah pemain memperlambat pertandingan saat pergantian.

9. Masa Tunggu 1 Menit bagi Pemain yang Dirawat

Pemain yang mendapat pemeriksaan atau perawatan cedera di lapangan harus keluar terlebih dahulu setelah permainan dimulai kembali.

Pemain tersebut baru boleh kembali setelah satu menit waktu berjalan. Aturan ini dimaksudkan untuk mengurangi potensi penghentian permainan yang tidak perlu, termasuk cedera taktis untuk memperlambat tempo laga.

10. Pemain Bisa Kartu Merah karena Menutup Mulut atau Walk-off Protes

IFAB mempertegas sanksi terkait etika pemain. Pertama, pemain yang menutup mulut saat berkonfrontasi dengan lawan atau perangkat pertandingan dapat langsung dijatuhi kartu merah jika tindakan tersebut dinilai untuk menyembunyikan ucapan diskriminatif.

Kedua, pemain atau ofisial tim yang meninggalkan lapangan (walk-off) sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit juga akan dikenai sanksi kartu merah seketika.

11. Kartu Kuning Dihapus Setelah Fase Grup dan Perempat Final

FIFA juga mengubah aturan akumulasi kartu kuning di Piala Dunia 2026. Dalam aturan baru, kartu kuning tunggal akan dihapus setelah fase grup dan kemudian dihapus lagi setelah babak perempat final.
 
Artinya, pemain yang hanya mendapat satu kartu kuning di fase grup tidak akan membawa kartu tersebut ke fase gugur. Setelah perempat final, akumulasi kartu kuning juga kembali dihapus agar pemain tidak absen di semifinal atau final hanya karena akumulasi kartu kuning dari laga sebelumnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)