Sekjen PBB Antonio Guterres. (Anadolu Agency)
PBB Desak Semua Pihak Tak Serang Fasilitas Vital dalam Perang Rusia-Ukraina
Willy Haryono • 31 May 2026 18:15
New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak semua pihak dalam perang Rusia-Ukraina untuk tidak menyerang fasilitas vital di tengah meningkatnya eskalasi konflik.
Dilansir dari Antara, Minggu, 31 Mei 2026, Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq mengatakan bahwa pihaknya ingin semua kubu bertikai dalam konflik ini menghindari serangan terhadap fasilitas penting, termasuk infrastruktur energi dan nuklir.
Pernyataan tersebut disampaikan Farhan Haq kepada RIA Novosti saat menanggapi insiden terbaru di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia atau ZNPP.
Sebelumnya, CEO Rosatom Alexey Likhachev mengatakan sebuah drone Ukraina menghantam gedung aula turbin Unit 6 ZNPP dan memicu ledakan.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan kritis terhadap peralatan utama dalam insiden tersebut. Pihak pengelola PLTN menyebut aula turbin yang terdampak berada sekitar belasan kaki dari aula reaktor nuklir.
Kekhawatiran internasional terhadap meningkatnya eskalasi konflik Ukraina juga sebelumnya disampaikan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai Ukraina pada Kamis, 28 Mei 2026, Guterres memperingatkan bahwa arah konflik saat ini berisiko lepas kendali.
“Arah perang, yakni eskalasi dan intensifikasi yang kita saksikan, berisiko lepas kendali,” kata Guterres.
Ia menekankan pentingnya deeskalasi, gencatan senjata, dan diplomasi lanjutan untuk mencegah situasi semakin memburuk.
“Yang dibutuhkan saat ini adalah menciptakan kondisi untuk perdamaian yang adil, abadi, dan komprehensif, sesuai dengan Piagam PBB, hukum internasional, dan resolusi PBB,” ujarnya.
Baca juga: Drone Ukraina Serang Kapal Tanker dan Depot Minyak Armavir Rusia