Mahasiswa Diajak Mengenal Teknologi Peralatan Kesehatan Hewan

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH UNAIR) menerima hibah peralatan medis veteriner. Istimewa

Mahasiswa Diajak Mengenal Teknologi Peralatan Kesehatan Hewan

Whisnu Mardiansyah • 27 August 2026 08:00

Surabaya: Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH UNAIR) menerima hibah peralatan medis veteriner dari PT Awal Semangat Karya Medika (ASK Medika). Hibah berupa mesin anestesi dan veterinary monitor diserahkan kepada Dekan FKH UNAIR Prof Lilik Maslachah di Surabaya, Rabu, 26 Agustus 2026.

Peralatan tersebut ditujukan untuk menunjang kegiatan pembelajaran dan praktik mahasiswa, sekaligus mendukung aktivitas akademik serta penelitian di lingkungan FKH UNAIR.

Program hibah peralatan medis veteriner ASK Medika telah berlangsung secara bertahap sejak 2020. Program tersebut diawali di Universitas Syiah Kuala (USK), kemudian berlanjut ke Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Udayana (UNUD), dan kini FKH UNAIR.

CEO ASK Medika sekaligus Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Barat V, Mirjawal, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan dokter hewan di Indonesia.

“Program ini kami mulai sejak 2020 dan terus kami jalankan secara bertahap. Dimulai dari USK, kemudian IPB, UGM, Universitas Udayana, dan sekarang UNAIR. Target kami ke depan program ini dapat menjangkau seluruh fakultas kedokteran hewan di Indonesia,” kata Mirjawal saat ditemui di FKH UNAIR, Rabu, 26 Agustus 2026.

Mirjawal mengatakan perkembangan teknologi dalam pelayanan kesehatan hewan perlu diiringi kesiapan mahasiswa dalam mengenali dan menggunakan perangkat medis yang akan digunakan dalam praktik profesional.
 


“Mahasiswa perlu mengenal teknologi dan peralatan yang nantinya akan mereka gunakan ketika menjalankan profesinya. Harapannya, fasilitas ini bisa memperkuat proses pendidikan sekaligus memberikan pengalaman praktik yang lebih baik,” ujarnya.

Mesin anestesi yang diberikan digunakan untuk mendukung pemberian serta pengelolaan anestesi dalam tindakan medis. Sementara itu, veterinary monitor digunakan untuk membantu memantau sejumlah parameter vital pasien selama prosedur berlangsung.

Ketersediaan kedua perangkat tersebut memberikan sarana bagi mahasiswa untuk mempelajari prosedur medis sekaligus mengenali penggunaan teknologi dalam praktik kedokteran hewan.

Menurut Mirjawal, kualitas dokter hewan turut dipengaruhi pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama menjalani pendidikan. Akses terhadap perangkat medis yang relevan menjadi salah satu bagian dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesi.


Paramedik memeriksa kesehatan hewan di mobil klinik hewan keliling di Jakarta. Foto: dok. Antara.


“Teknologi kedokteran hewan terus berkembang. Mahasiswa harus mendapatkan kesempatan untuk mengenalnya sejak masa pendidikan sehingga ketika masuk ke dunia profesi mereka sudah memiliki bekal,” katanya.

Program hibah peralatan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi ASK Medika dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Ini merupakan bentuk kontribusi dan tanggung jawab ASK Medika untuk mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami berharap manfaatnya tidak berhenti pada proses pembelajaran, tetapi juga dapat mendukung penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Mirjawal.

Program yang telah berjalan sejak 2020 tersebut ditujukan untuk memberikan dukungan secara berkelanjutan terhadap penguatan pendidikan dokter hewan. Peralatan yang tersedia di lingkungan fakultas diharapkan dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa lintas angkatan serta mendukung kegiatan akademik dan penelitian.

ASK Medika menargetkan program hibah peralatan medis veteriner dapat menjangkau lebih banyak fakultas kedokteran hewan di Indonesia. Dengan demikian, semakin banyak mahasiswa memiliki kesempatan mengenal teknologi medis yang relevan dengan perkembangan profesi.

“Targetnya program ini terus berjalan. Kami ingin semakin banyak fakultas kedokteran hewan dan mahasiswa yang bisa mendapatkan manfaatnya,” kata Mirjawal.

Mirjawal menilai penguatan pendidikan calon dokter hewan merupakan bagian dari persiapan bagi perkembangan profesi dan pelayanan kesehatan hewan di Indonesia. Pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama masa pendidikan menjadi bekal saat mereka memasuki dunia kerja dan menghadapi kebutuhan pelayanan kesehatan hewan yang terus berkembang.

(Whisnu M)