Rusia Lancarkan Serangan Udara Besar-besaran ke Ukraina, 4 Orang Tewas

Perang Rusia-Ukraina telah meletus sejak Februari 2022. (Anadolu Agency)

Rusia Lancarkan Serangan Udara Besar-besaran ke Ukraina, 4 Orang Tewas

Muhammad Reyhansyah • 1 September 2026 15:01

Kyiv: Serangan besar-besaran Rusia menggunakan rudal dan drone terhadap Kyiv serta wilayah sekitarnya menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai lebih dari belasan lainnya.

Serangan tersebut terjadi ketika anak-anak bersiap kembali ke sekolah setelah libur musim panas. Kondisi itu mendorong otoritas memperketat langkah keamanan karena khawatir akan adanya serangan udara Rusia berikutnya.

"Kawasan Kyiv menjadi sasaran serangan besar-besaran rudal dan drone serang Rusia malam ini," kata Kepala Administrasi Militer Wilayah Kyiv Tymur Tkachenko melalui Telegram, dikutip dari TRT World, Selasa, 1 September 2026.

Administrasi Militer Kota Kyiv menyebut tiga orang tewas dalam serangan terhadap ibu kota dan lima lainnya terluka.

Di Boryspil, sebelah timur Kyiv, serangan merusak sebuah fasilitas komersial dan menewaskan satu orang serta melukai seorang lainnya. Delapan orang tambahan terluka setelah sebuah bangunan tempat tinggal terkena serangan.

Angkatan Udara Ukraina memperingatkan bahwa ancaman "senjata balistik dan sarana serangan lainnya terhadap Kyiv dan wilayah tersebut masih berlangsung" serta meminta warga tetap berada di tempat perlindungan.

Menjelang dimulainya tahun ajaran baru pada Selasa, pemerintah daerah melarang kegiatan yang melibatkan banyak orang di kawasan yang dinilai berisiko tinggi.

Perang Rusia-Ukraina

Kyiv terus menghadapi tekanan udara dari serangan drone Rusia. Penggunaan drone bertenaga jet bahkan memicu hingga sekitar selusin peringatan serangan udara setiap hari.

Pada akhir pekan, serangan terhadap sebuah depot amunisi di pinggiran ibu kota menewaskan 38 orang. Kedua pihak juga meningkatkan serangan jarak jauh yang menyasar gudang, fasilitas komersial, pelabuhan, serta infrastruktur minyak.

Ukraina masih menghadapi kekurangan rudal pencegat, khususnya sistem Patriot buatan AS yang dibutuhkan untuk menghadapi ancaman rudal balistik.

Di sisi lain, serangan udara Ukraina merusak sejumlah fasilitas sipil di wilayah Samara, Rusia, di sepanjang Sungai Volga. Wilayah tersebut menjadi lokasi sejumlah kilang minyak utama.

Gubernur Samara Vyacheslav Fedorishchev mengatakan belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam serangan tersebut.

Baca juga: Zelensky Klaim Putin Masih Ingin Perang Rusia-Ukraina Berlanjut

(Willy Haryono)