Transbandara TransJakarta. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti.
Menjajal TransJakarta Rute Soetta: Sepi Penumpang di Hari Pertama Tarif Rp15 Ribu
Nattasya Amani Vrazeti • 1 September 2026 16:30
Jakarta: Perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) terasa berbeda, tak ada deru hiruk-pikuk antrean, bahkan desak-desakan berebut kursi. Di dalam armada TransJakarta rute Blok M–Soekarno-Hatta yang bersih dan sejuk, ketenangan justru begitu mendominasi di hari pertama pemberlakuan tarif resmi Rp15.000.
Berdasarkan pantauan Metrotvnews.com di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Selasa, 1 September 2026, belum terlihat lonjakan penumpang yang memanfaatkan rute penghubung pusat kota menuju bandara tersebut. Padahal, ritme kedatangan dan keberangkatan bus berjalan teratur serta petugas konsisten melepaskan armada setiap 15 menit sekali.
Sensasi perjalanan yang ditawarkan tergolong nyaman dan tepat waktu. Mengambil jadwal keberangkatan tepat pukul 12.40 WIB dari Terminal Blok M, armada bus yang ditumpangi tim Metrotvnews.com hanya diisi enam penumpang.
Menyusuri jalur jalanan Ibu Kota yang padat lancar tanpa kendala kemacetan berarti, bus sudah melenggang masuk ke Terminal Bandara Soetta pada pukul 13.41 WIB. Waktu tempuh satu jam yang begitu efisien bagi para pelancong.
Situasi serupa menyambut saat bus mendarat di kawasan Bandara Soekarno-Hatta. Namun menariknya, pergerakan penumpang arah sebaliknya, dari Soetta menuju Blok M, mencatatkan gairah yang sedikit lebih tinggi.
Pada jadwal keberangkatan pukul 13.41 WIB dari Soetta, armada tercatat mengangkut 12 penumpang, atau dua kali lipat ketimbang keterisian dari arah Blok M.
Masa transisi ini menandai babak baru setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengetok palu penyesuaian harga. Sebelumnya, rute ini sempat memanjakan publik dengan tarif promosi Rp3.500 sejak perdana meluncur pada 12 Maret 2026.

Transbandara TransJakarta. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti.
Penyesuaian tarif menjadi Rp15.000 sekali jalan ini ditetapkan berdasarkan kajian mendalam. Hal ini demi menjaga keberlanjutan operasional layanan, tanpa mencabut sepenuhnya subsidi transportasi publik dari pemerintah.
“Sehingga masyarakat tetap mendapatkan moda transportasi menuju bandara yang sangat terjangkau,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin dilansir dari situs resmi Pemprov DKI Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.