Sekolah Terdampak Banjir Sumatra Sesuaikan Proses Pembelajaran

Pembelajaran di wilayah terdampak banjir Sumatra. Foto Kemendikdasmen

Sekolah Terdampak Banjir Sumatra Sesuaikan Proses Pembelajaran

Muhamad Marup • 28 March 2026 11:54

Jakarta: Sekolah-sekolah terdampak bencana di Sumatra Utara telah menggelar pembelajaran. Meski demikian, butuh berbagai penyesuaian metode pembelajaran mengingat kondisi infrastruktur yang belum pulih sepenuhnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) SD Negeri 158498 Aek Tolang, Sumatra Utara, Hayati, memastikan bahwa pembelajaran telah kembali berjalan normal sejak Januari 2026. Dalam pelaksanaannya, sekolah juga telah menerapkan pembelajaran adaptif dengan menyesuaikan kurikulum secara mandiri.

Asesmen juga dilakukan secara sederhana dan fleksibel dengan tetap mengacu pada regulasi. Selain kesiapan dari sisi pembelajaran, dukungan pemerintah turut memperkuat proses pemulihan.

"Bantuan pemerintah berupa uang tunai untuk kebersihan lingkungan sekolah, dan juga untuk kebutuhan siswa seperti seragam sekolah," ujar Hayati, berdasarkan keterangan resminya, Sabtu, 28 Maret 2026.

Sementara itu, di Sumatra Barat, kepala SMAN 1 Batang Anai, Zulbaidah menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran tetap berlangsung di tengah kondisi pascabencana. Sebanyak 10 rombongan belajar (rombel) saat ini menempati Asrama Haji Kabupaten Padang Pariaman, sementara sebagian lainnya belajar di tenda darurat yang difasilitasi oleh Kemendikdasmen.

"Dalam proses pembelajaran, sekolah mengurangi durasi waktu belajar serta fokus pada materi esensial dengan mengacu pada buku panduan," ucapnya.

Bantuan Pemerintah

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa negara hadir untuk memastikan hak belajar anak tetap terpenuhi dalam kondisi apa pun. Seluruh pemangku kepentingan berkolaborasi anak tetap belajar dengan aman, nyaman, dan bermakna


Pembelajaran di wilayah terdampak banjir Sumatra. Foto Kemendikdasmen

"Pendidikan tidak boleh berhenti, bahkan dalam situasi bencana sekalipun. Melalui kolaborasi ini, kita tidak hanya memulihkan fasilitas, tetapi juga memulihkan harapan dan semangat belajar peserta didik," ujarnya.

Sebagai gambaran, SDN 158498 Aek Tolang juga menerima dukungan lanjutan melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan berupa pembangunan dua ruang kelas baru, toilet, serta penataan lingkungan sekolah, yang semakin menunjang kesiapan pembelajaran secara berkelanjutan.

Untuk SMAN 1 Batang Anai, terdapat bantuan biaya normalisasi, distribusi bantuan bagi siswa, layanan trauma healing untuk guru dan siswa, hingga penyediaan tenda sebagai ruang belajar darurat. Pemerintah daerah turut mendukung melalui normalisasi dengan bantuan alat berat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta fasilitasi lokasi pembelajaran sementara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)