Kabut Asap Pontianak Lebih Tipis Malam Hari, Ini Penyebabnya

Koordinator Harian Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat, Daniel. (Metrotvnews.com/ Muhamad Marup)

Kabut Asap Pontianak Lebih Tipis Malam Hari, Ini Penyebabnya

Muhamad Marup • 8 September 2026 14:35

Pontianak: Kabut asap menjadi salah satu dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengancam kesehatan masyarakat. Namun, di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, kabut asap cenderung lebih tipis pada malam hari.

"Itu (disebabkan) angin. Karena kalau kita rasakan pada malam hari anginnya kencang," ujar Koordinator Harian Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat, Daniel, kepada Metrotvnews.com, Selasa, 8 September 2026.

Daniel menjelaskan, perbedaan tingkat kepekatan asap dipengaruhi fenomena inversi suhu. Kondisi atmosfer ini turut memengaruhi kualitas udara di suatu wilayah.


"Kalau kita perhatikan sore hari, kota Pontianak ini kabutnya tebal sekali. Semakin tengah malam, semakin tengah malam mulai berkurang," jelasnya.

Ia meminta masyarakat kota Pontianak tidak terkecoh dengan tipisnya kabut saat malam hari. Menurutnya, asap hanya berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain.

"Jadi kita jangan tertipu. Bukan berarti api sudah padam," katanya.


Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. Foto: Antara.


Daniel menjelaskan, kabut asap yang meliputi kota Pontianak bukan berarti ada lahan sekitar yang terbakar. Asap yang menyebar justru berasal dari wilayah-wilayah lain.

Ketebalan kabut di Kota Pontianak juga menjadi karakteristik karhutla di Kalbar. Kasus karhutla di Provinsi Kalbar didominasi kebakaran lahan gambut.

"Kota Pontianak secara administrasi itu kan tidak terbakar, tapi ada asap. Nah asap ini kan dibawa dari kabupaten lain yang terbakar dan asapnya terbawa oleh angin," ucapnya.

(Silvana Febiari)