Senjata api jenis Caracal bersama amunisi yang diamankan oleh Koops TNI Habema di wilayah Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. ANTARA/HO-Penerangan Koops TNI Habema
TNI Rebut Kembali Senjata Caracal dan 17 Butir Amunisi yang Dirampas KKB
Whisnu Mardiansyah • 17 October 2026 20:00
Maybrat: Komando Operasi (Koops) TNI Habema mengamankan kembali satu pucuk senjata api laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Panglima Koops TNI Habema, Brigadir Jenderal TNI Riyanto, mengapresiasi profesionalisme dan kerja sama personel TNI yang terlibat dalam operasi pengamanan senjata tersebut. Apresiasi itu disampaikan dalam keterangan yang diterima di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
"Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya sinergi antarsatuan, ketelitian informasi, dan profesionalisme prajurit. Pengamanan kembali senjata tersebut merupakan bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan senjata api yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat maupun aparat," kata Riyanto, seperti dilansir Antara, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Riyanto menegaskan, setiap tindakan pengamanan harus dilakukan secara selektif dan terukur, serta mengedepankan profesionalisme dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Selain mengamankan senjata Caracal, Koops TNI Habema masih mendalami informasi mengenai keberadaan satu pucuk senjata api jenis K3 Daewoo. Berdasarkan informasi awal, senjata tersebut diduga masih disembunyikan di wilayah Kabupaten Maybrat.
Riyanto menyatakan, upaya menjaga keamanan wilayah perlu berjalan beriringan dengan pendekatan kemanusiaan. Langkah tersebut diharapkan mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari, menjaga keberlangsungan pelayanan publik, serta membuka ruang bagi terwujudnya Papua yang damai.
Senjata Dirampas dalam Penyerangan Maret 2026
Senjata Caracal beserta 17 butir amunisi itu diamankan pada Jumat, 16 Oktober 2026. Sebelumnya, senjata tersebut dirampas oleh kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya dalam insiden penyerangan terhadap personel Satgas Yonif 9 Marinir di wilayah Sory pada 22 Maret 2026.
Pengamanan kembali senjata tersebut melibatkan kerja sama tiga satuan, yakni Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 9 Marinir, Denkul 4/Rajawali V dari Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad, serta Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 764/IB.

Kapolsek KP3 bandara Sentani Iptu Wajedi saat bantu memasukan jenazah Aris Sanda, korban penyanderaan dan penembakan bertempat Bandara Sentani, Jayapura, Papua, Jumat. Foto: ANTARA/HO- Polsek Kawasan Bandara Sentani.
Berdasarkan laporan satuan, upaya menemukan senjata itu merupakan tindak lanjut dari pengamanan dan pendalaman informasi terhadap Wapangkodap IV/Sorong Raya, Zakarias Fatem. Pendalaman juga dilakukan terhadap Anton Fatem dan Yesias Fatem, yang menurut laporan sebelumnya lolos dari penyergapan di Sungai Kamundan beberapa hari sebelum akhirnya menyerah.
Melalui komunikasi dan pendalaman informasi, tim memperoleh petunjuk mengenai lokasi senjata yang sebelumnya dirampas. Tim gabungan kemudian melakukan pencarian hingga berhasil mengamankan kembali senjata Caracal beserta 17 butir amunisinya.