IHSG Dibuka ke Level 4.980 Selasa Pagi

Ilustrasi IHSG. Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari

IHSG Dibuka ke Level 4.980 Selasa Pagi

Eko Nordiansyah • 20 October 2026 09:27

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami pelemahan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa, 20 Oktober 2026, IHSG berada di zona merah sebesar 4.980,163.

IHSG dibuka melemah 16,45 poin atau 0,33 persen. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 3,62 poin atau 0,74 persen ke posisi 492,08.

Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.20 WIB, IHSG justru berbalik menguat sebanyak 62,948 poin setara 1,26 persen ke level 5.059,557. IHSG berada di level tertinggi 5.143 dan terendah di 4.980.

Sebanyak 402 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 275 saham emiten lainnya melemah, dan 100 saham stagnan.

Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp7,395 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 17,147 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp8.936,360 triliun.


(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

IHSG diperkirakan masih volatil

Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin, 19 Oktober 2026, IHSG ditutup melemah 188,49 poin atau 3,64 persen ke level 4.996,61. Pelemahan tersebut melanjutkan tekanan jual akibat kekhawatiran terhadap potensi penurunan status Indonesia dari emerging market menjadi standalone market oleh MSCI yang dapat memicu keluarnya dana asing.

Sentimen negatif tersebut tercermin dari aksi jual bersih investor asing (net sell), terutama pada saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, ANTM, dan TLKM.

Tekanan semakin kuat di tengah pelemahan rupiah serta ketidakpastian global akibat inflasi AS, konflik Timur Tengah, dan fluktuasi harga minyak.

Sementara itu, Wall Street tadi malam mayoritas ditutup menguat, tercermin dari Dow Jones turun 0,07 persen, S&P 500 menguat 0,41 persen, dan Nasdaq melonjak 1,11 persen. Penguatan tersebut seiring aksi buy the dip pada saham teknologi dan AI setelah terkoreksi pada pekan sebelumnya akibat kekhawatiran terhadap kinerja Anthropic dan tekanan utang perusahaan penyedia layanan cloud, khususnya CoreWeave.

Pemulihan minat beli tersebut mendorong saham Amazon naik lima persen, Tesla (3,4 persen), Micron (3,1 persen), dan Intel (tiga persen), sehingga mengangkat indeks S&P 500 dan Nasdaq, sedangkan DJIA ditutup relatif datar.

Namun, penguatan pasar masih tertahan oleh tekanan pada sektor perbankan setelah rilis laporan keuangan pekan lalu, tercermin dari penurunan saham Morgan Stanley (satu persen), Bank of America (1,7 persen), dan Wells Fargo (2,5 persen).

“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih volatil dengan bias pelemahan, tetapi peluang technical rebound tetap terbuka jika saham-saham berkapitalisasi besar seperti perbankan mulai pulih,” sebut analis FAC Sekuritas dalam risetnya.

(Eko Nordiansyah)