Menaker Target Lulusan Pelatihan Vokasi 70 Persen Dapat Pekerjaan

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat memberikan arahan dalam kunjungan kerja di BPVP Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026). (ANTARA/HO-Kemnaker RI)

Menaker Target Lulusan Pelatihan Vokasi 70 Persen Dapat Pekerjaan

Siti Yona Hukmana • 12 October 2026 10:26

Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menargetkan mayoritas lulusan Pelatihan Vokasi Nasional mendapat pekerjaan. Target ini menyusul upaya pemerintah mendorong transformasi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), agar semakin sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Upaya ini diarahkan untuk meningkatkan peluang lulusan memasuki dunia kerja, dengan target tingkat kebekerjaan lulusan pelatihan vokasi nasional mencapai 70 persen,” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 12 Oktober 2026.

Menaker Yassierli mengatakan, BPVP perlu dikelola sebagai pusat pelatihan berstandar tinggi yang memiliki budaya belajar kuat dan jaringan alumni terintegrasi. Dengan demikian, pelatihan vokasi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lebih responsif terhadap kebutuhan pasar kerja.

“Kita harus mengejar bagaimana balai-balai pelatihan ini bisa memberikan kemanfaatan yang seluas-luasnya bagi masyarakat. Melalui transformasi pelatihan vokasi nasional, kita memperluas akses dan meningkatkan kualitas agar mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan saat ini,” ujar Yassierli.

Untuk memantau hasil pelatihan, Kemnaker akan menerapkan tracer study paling lambat dua bulan setelah pelatihan selesai. Mekanisme ini digunakan untuk menelusuri rekam jejak alumni di pasar kerja sebagai bagian dari evaluasi hasil pelatihan.

Ilustrasi. Foto: dok. Medcom.

Selain itu, Kemnaker mendorong model pelatihan yang melibatkan industri, pemerintah daerah, kawasan industri, hingga badan usaha milik negara (BUMN). Melalui pendekatan Demand Driven, peserta mendapatkan pelatihan di balai yang disesuaikan dengan kebutuhan industri sehingga dapat meningkatkan peluang kebekerjaaan pascapelatihan.

Selain menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri, BPVP diarahkan untuk memperluas layanan melalui pelatihan bagi penyandang disabilitas, Labor Productivity Clinics bagi industri menengah, serta Talent & Innovation Hub sebagai pusat inovasi.

“Jadi tidak hanya vokasi, di setiap balai nantinya akan ada Talent Innovation Hub, lengkap dengan pengantar kerja bagi disabilitas dan klinik produktivitas,” ujar Yassierli.

(Siti Yona Hukmana)