Beras Bulog. Foto: dok MI.
Bulog Siapkan Lelang 380 Ribu Ton Beras untuk Hilirisasi Tepung Beras
Husen Miftahudin • 14 October 2026 18:00
Jakarta: Perum Bulog menyiapkan mekanisme lelang 380 ribu ton beras untuk mendukung program hilirisasi beras menjadi tepung beras. Proses lelang tersebut masih dikoordinasikan dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), termasuk pengaturan teknis penjualan dan pembagian alokasi beras di setiap provinsi.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, proses tersebut dilakukan setelah hasil rapat koordinasi terbatas (Rakortas) menetapkan volume beras yang akan disiapkan untuk program hilirisasi.
Selanjutnya, Direktorat Pemasaran Bulog mengurus pembagian alokasi beras per provinsi, sementara mekanisme penjualannya masih menunggu penyelesaian koordinasi dengan KPKNL.
"Untuk hilirisasi beras, hasil Rakortas kemarin 380 ribu ton, itu sedang diurus di KPKNL dulu. Nanti pembagian per provinsi berapa sedang diurus oleh Direktorat Pemasaran kami," ucap Rizal di sela acara Rapat Koordinasi Terbatas KDKMP di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026.
(Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah)
Pengolahan diserahkan ke UMKM
Rizal menegaskan, Bulog tidak bertugas memproduksi tepung beras dalam program tersebut. Perusahaan hanya menyiapkan dan menjual beras melalui mekanisme lelang yang dikoordinasikan dengan KPKNL. Setelah proses lelang selesai, beras tersebut dapat dibeli oleh pelaku UMKM di berbagai daerah.
Dengan skema tersebut, proses pengolahan beras menjadi tepung beras akan dilakukan oleh UMKM yang membeli beras melalui lelang. Harga pembelian mengikuti harga yang ditetapkan berdasarkan hasil lelang, sehingga Bulog tidak secara langsung menjalankan proses produksi tepung beras.
Menurut Rizal, pelaksanaan program masih berada dalam tahap persiapan. Proses koordinasi juga mencakup KPKNL di berbagai wilayah Indonesia, mengingat mekanisme yang disiapkan tidak hanya berpusat di Jakarta.
Bulog akan menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai teknis penjualan setelah proses koordinasi dinyatakan selesai.
"Kalau sudah clear and clean, teknisnya seperti apa, hasil koordinasi dengan KPKNL, kita akan undang teman-teman media untuk menyaksikan bagaimana teknis penjualan beras yang dijadikan tepung beras tersebut," ucap dia. (Tiaranissa Juliansyah)