Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah.
Bulog Siapkan Minimal 2 Ton Beras SPHP untuk Tiap Kopdes Merah Putih
Husen Miftahudin • 14 October 2026 16:37
Jakarta: Pemerintah menargetkan setiap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memiliki stok minimal dua ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Beras subsidi yang disalurkan melalui Perum Bulog tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di tingkat desa dan kelurahan.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, Bulog siap memenuhi kebutuhan beras SPHP untuk setiap KDKMP sesuai dengan arahan pemerintah. Pemenuhan stok tersebut akan disesuaikan dengan jumlah beras yang dipesan oleh Agrinas Pangan sebagai pihak yang mengajukan purchase order (PO) untuk penyaluran ke koperasi.
"Khusus kami Bulog, sesuai dengan arahan Pak Menko tadi, untuk masing-masing KDKMP, harapannya setiap KDKMP nanti stoknya itu minimal 2 ton," ucap Rizal di sela acara Rapat Koordinasi Terbatas KDKMP di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026.
Pemenuhan stok beras SPHP di setiap KDKMP dilakukan melalui mekanisme pemesanan atau purchase order (PO). Dalam mekanisme ini, Agrinas Pangan mengajukan kebutuhan beras untuk masing-masing koperasi, kemudian Bulog menyalurkan beras sesuai dengan jumlah pesanan yang diajukan.
(Ilustrasi. Foto: dok Bulog)
Jumlah beras yang dikirimkan disesuaikan kebutuhan setiap koperasi
Rizal menjelaskan, Bulog tidak membatasi jumlah beras yang dapat dipesan oleh Agrinas Pangan untuk memenuhi kebutuhan KDKMP. Dengan demikian, jumlah beras yang dikirimkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap koperasi, termasuk untuk mencapai target stok minimal 2 ton.
"Kalau kami, intinya Bulog, ngikutin sesuai dengan permintaan atau PO dari Agrinas Pangan. Nah, kan sepanjang PO-nya dua ton, ya kami serahkan dua ton. Dan bahkan kami tidak batasi berapa jumlah kebutuhan Agrinas Pangan, kami tidak batasi," ucap dia.
Ia menambahkan, Bulog akan mengirimkan beras sesuai dengan kebutuhan yang diajukan. Mekanisme tersebut juga diharapkan mempermudah pengawasan dan memperlancar distribusi beras kepada masyarakat. Penyaluran dapat dilakukan langsung di halaman KDKMP dengan mendirikan tenda maupun melalui gudang koperasi, menyesuaikan kondisi di lapangan.
Seiring bertambahnya jumlah KDKMP dan meningkatnya kebutuhan beras untuk memenuhi target stok tersebut, Bulog memastikan ketersediaan beras tetap mencukupi. Kepastian ini disampaikan untuk menjawab kekhawatiran mengenai kemampuan Bulog memenuhi permintaan yang berpotensi meningkat seiring dengan perluasan jaringan koperasi. "Cukup (stok beras), cukup. Kita sudah hitung," tegasnya.