Pesawat parkir di Bandara Haluoleo, Sulawesi Tenggara. ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra
Penerbangan di Bandara Haluoleo Normal Meski Terdampak Kabut Asap
Silvana Febiari • 14 October 2026 14:02
Konawe Selatan: Pengelola Bandara Haluoleo di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara memastikan operasional penerbangan tetap berjalan normal meskipun wilayah sekitar terdampak kabut asap karhutla.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Haluoleo Denny Ariyanto mengatakan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan jarak pandang (visibility) dilakukan secara berkala. Hal ini guna menjamin keselamatan serta keamanan seluruh aktivitas penerbangan.
"Kami terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang di Bandara Haluoleo. Hingga saat ini, operasional penerbangan masih berjalan normal," kata Denny, dilansir dari Antara, Rabu, 14 Oktober 2026.
Berdasarkan laporan meteorologi penerbangan (Meteorological Aerodrome Report/METAR) pada Selasa pukul 10.00 WITA jarak pandang di kawasan Bandara Haluoleo tercatat berada pada angka 3 kilometer akibat paparan asap. Kecepatan angin 1 knot, suhu 31 derajat Celsius, serta tutupan awan tersebar pada ketinggian 1.500 kaki.
Fenomena kabut asap menyebabkan jarak pandang di sekitar bandara berkurang. Meski demikian, jarak pandang masih berada di atas ambang batas minimum keselamatan untuk prosedur pendekatan pendaratan menggunakan fasilitas Instrument Landing System (ILS).
"Berdasarkan data AirNav Indonesia Kantor Cabang Kendari, batas minimum jarak pandang untuk prosedur pendekatan pendaratan ILS di Bandara Haluoleo ditetapkan sebesar 2.100 meter (2,1 kilometer). Dengan demikian, kondisi jarak pandang saat ini masih aman karena memiliki selisih 900 meter di atas batas minimum tersebut," ujarnya.
Denny Arianto mengungkapkan UPBU Haluoleo terus memperkuat koordinasi bersama AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau dinamika cuaca secara intensif.
"Penilaian kelayakan penerbangan tidak hanya berpatokan pada jarak pandang, melainkan juga memperhitungkan kondisi cuaca aktual, kesiapan fasilitas navigasi, serta standar regulasi penerbangan," jelasnya.

BPBD Bombana saat melakukan pemadaman Karhutla di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. ANTARA/HO-Pemkab Bombana
Laporan METAR mencantumkan kode NOSIG (no significant change), yang menunjukkan tidak ada perubahan cuaca signifikan dalam waktu dekat. Meski demikian, pengawasan ketat tetap dilakukan karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.
Denny juga mengimbau para calon penumpang agar secara berkala mengecek status serta jadwal penerbangan melalui maskapai masing-masing atau kanal resmi pengelola Bandara Haluoleo.