Juara MotoGP Mandalika 2025, Ini Profil Fermin Aldeguer yang Kembali Berlaga

Pembalap BK8 Gresini Racing MotoGP Fermin Aldeguer. Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra

Juara MotoGP Mandalika 2025, Ini Profil Fermin Aldeguer yang Kembali Berlaga

Angel Rinella • 7 October 2026 17:55

Jakarta: Pebalap Gresini Racing Fermin Aldeguer membidik penampilan kompetitif pada MotoGP Mandalika 2026 setelah hasil yang belum maksimal dalam beberapa seri terakhir. Ia berharap bisa kembali bersaing di barisan depan dan mengincar podium di Sirkuit Mandalika, Lombok.

Aldeguer mengakui performa timnya musim ini belum berada pada level yang sama seperti musim lalu. Meski begitu, pebalap asal Spanyol tersebut tetap optimistis bisa memberikan hasil terbaik pada balapan di Indonesia.

“Target saya tampil kompetitif. Sejujurnya, kami tidak dalam kondisi yang sama seperti musim lalu, tapi saya berharap bisa bersaing untuk podium,” kata Fermin Aldeguer di Jakarta, dikutip Antara, Rabu, 7 Oktober 2026.

Target tersebut cukup beralasan mengingat Aldeguer datang ke Mandalika dengan status juara MotoGP Indonesia 2025. Namun, ia menghadapi persaingan yang lebih ketat karena sejumlah pebalap juga menunjukkan performa kompetitif dalam beberapa seri terakhir.

Pembalap BK8 Gresini Racing MotoGP Fermin Aldeguer. Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra

Profil Fermin Aldeguer

Fermin Aldeguer Mengual lahir di Murcia, Spanyol, pada 5 April 2005. Pebalap bernomor 54 tersebut kini memperkuat Gresini Racing Ducati di kelas MotoGP dengan tinggi badan 181 sentimeter dan berat 69 kilogram.

Aldeguer mulai mengenal dunia balap sejak usia dua tahun melalui motor mini. Ia kemudian meniti karier di berbagai kejuaraan junior Spanyol, termasuk European Talent Cup dan FIM CEV Moto2, hingga namanya mulai dikenal setelah menjadi juara Moto2 European Championship pada 2021 bersama Boscoscuro.

Pada musim 2025, Aldeguer resmi naik ke kelas utama MotoGP bersama Gresini Racing Ducati. Ia langsung mencatat sejarah dengan meraih kemenangan perdananya di Grand Prix Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika setelah menyalip Pedro Acosta pada pertengahan balapan.

Kemenangan tersebut membuat Aldeguer menjadi rookie pertama yang meraih kemenangan di MotoGP sejak Jorge Martin pada 2021. Prestasi itu sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pebalap muda yang diproyeksikan menjadi bintang masa depan.

Perjalanan Karier Fermin Aldeguer

Perjalanan Aldeguer menuju MotoGP dimulai sejak mengikuti minimoto dan MiniGP pada 2013-2014. Ia kemudian meraih gelar Copa Levante MiniGP 110 dan melanjutkan kiprahnya di kelas MiniGP 140, MaxiGP, serta PreMoto4 hingga 2017.

Kariernya terus berkembang setelah bergabung dengan European Talent Cup pada 2018 dan finis ketiga klasemen pada 2019. Setahun kemudian, Aldeguer menjuarai FIM CEV Superstock 600 dengan tujuh kemenangan dari 11 balapan.

Pada 2021, ia tampil di MotoE bersama Aspar Team dan Moto2 Eropa atau CEV, sekaligus menjalani debut Moto2 Kejuaraan Dunia sebagai pebalap pengganti. Ia kemudian menjadi pebalap reguler Moto2 bersama Speed Up pada 2022 dan mencatat empat kemenangan beruntun pada akhir musim 2023 untuk mengakhiri kejuaraan di posisi ketiga.

Performa tersebut membuka jalan Aldeguer menuju MotoGP bersama Gresini Racing Ducati pada 2025. Sebelum balapan Mandalika tahun itu, ia telah mengoleksi empat podium, satu fastest lap, total 147 poin, serta empat kali gagal finis dari 34 start.

Aldeguer kemudian mencetak kemenangan pertamanya di MotoGP saat tampil di Mandalika pada 5 Oktober 2025. Ia mengambil alih posisi Pedro Acosta pada lap ke-10 dan mempertahankan keunggulan hingga finis dengan waktu 41 menit 7,651 detik, unggul 6,987 detik dari Acosta, sementara Alex Márquez finis ketiga.

Dalam balapan tersebut, Aldeguer juga mencatat lap tercepat dengan waktu 1:30,499. Kemenangan itu membuatnya menjadi rookie termuda kedua yang memenangi balapan MotoGP sejak Jorge Martín pada 2021, yakni pada usia 20 tahun dan 183 hari.
 

Target Fermin Aldeguer di MotoGP Mandalika 2026

Kemenangan di Mandalika pada musim lalu membuat Aldeguer kembali menjadi salah satu pebalap yang diperhatikan pada MotoGP Mandalika 2026. Namun, ia menyadari persaingan kali ini akan lebih sulit karena sejumlah pebalap menunjukkan performa kuat dalam beberapa seri terakhir.

Aldeguer memperkirakan beberapa pebalap, termasuk dari Aprilia Racing, akan tampil kompetitif di Mandalika. Ia pun memilih fokus pada kemampuan timnya dan berusaha memberikan hasil terbaik.

“Sejujurnya ada beberapa pembalap, termasuk pembalap Aprilia Racing, akan sangat kuat. Tapi kami harus percaya pada kemampuan kami dan memberikan yang terbaik,” ungkap Aldeguer.

Sejak Sirkuit Mandalika masuk kalender MotoGP pada 2022, belum ada pebalap yang mampu mempertahankan gelar juara Indonesia selama dua musim berturut-turut. Miguel Oliveira menjadi pemenang pada 2022, Francesco “Pecco” Bagnaia pada 2023, Jorge Martin pada 2024, sebelum Aldeguer merebut kemenangan pada 2025.

Kini, Aldeguer berpeluang mencatat sejarah baru jika kembali menjadi pemenang di Mandalika. Meski begitu, target utama pebalap bernomor 54 tersebut tetap tampil kompetitif dan kembali bersaing di barisan depan pada MotoGP Indonesia 2026.

(Putri Purnama Sari)