Ilustrasi. Dok Magnific
Panduan Salat Istikharah: Tata Cara, Bacaan, dan Doa
5 October 2026 07:00
Jakarta: Salat istikharah merupakan salah satu salat sunnah yang dapat dikerjakan umat Islam ketika sedang dihadapkan pada sebuah pilihan atau persoalan. Misalnya, ketika seseorang sedang memilih pasangan hidup, menentukan kampus, pekerjaan, atau mengambil keputusan penting lainnya.
Melalui salat istikharah, seorang Muslim memohon kepada Allah SWT agar diberikan pilihan terbaik. Istikharah juga menjadi bentuk permohonan agar perkara yang baik dimudahkan, sedangkan perkara yang tidak baik dijauhkan.
Dalil Salat Istikharah
Dilansir dari NU Online, anjuran melaksanakan salat istikharah salah satunya bersumber dari hadits riwayat Imam al-Bukhari. Jabir bin Abdillah menjelaskan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan para sahabat untuk melakukan istikharah ketika menghadapi berbagai persoalan.Berikut hadits tentang salat istikharah:

Latin:
Kâna Rasûlullâhi shallallâhu ‘alaihi wa sallama yu‘allimunâ al-istikhârata fil-umûri kullihâ kamâ yu‘allimunâs-sûrata minal-Qur’âni, yaqûlu idzâ hamma ahadukum bil-amri falyarka‘ rak‘ataini min ghairil-farîdhah.
Artinya:
“Rasulullah saw mengajari kami (para sahabat) untuk salat istikharah ketika menghadapi setiap persoalan, sebagaimana beliau mengajari kami semua surat dari Al-Quran. Beliau bersabda, ‘Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah salat sunnah dua rakaat ...’”
Hadits tersebut diriwayatkan Imam al-Bukhari dan dikutip Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar.
Tata Cara Salat Istikharah
Secara teknis, salat istikharah dilakukan sebanyak dua rakaat. Sebelum memulai salat, umat Islam dapat membaca niat salat istikharah sebagai berikut:
Latin:
Ushallî sunnatal istikhârati rak’ataini lillâhi ta’âlâ.
Artinya:
“Aku berniat salat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah ta’ala.”
Untuk bacaan dalam salat, Imam al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulumiddin menjelaskan bahwa pada rakaat pertama membaca surat Al-Fatihah dan surat Al-Kafirun. Kemudian, pada rakaat kedua membaca surat Al-Fatihah dan surat Al-Ikhlas.
Setelah menyelesaikan salat dua rakaat dan mengucapkan salam, kemudian dilanjutkan dengan membaca doa istikharah.
Doa Salat Istikharah
Berikut bacaan doa salat istikharah yang dikutip dari NU Online:

Latin:
Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidina mu?amamdin, al?amdulillâhi rabbil ‘âlamîn. Allâhumma innî astakhîruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa lâ aqdiru, wa ta’lamu wa lâ a’lamu, wa anta ‘allâmul ghuyûb. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hâdzal amra khairun lî fî dînî wa dun-yâya wa ‘âqibati amrî ‘âjilihi wa âjilihi faqdurhu lî wa bârik lî fîhi tsumma yassirhu lî. Wa in kunta ta’lamu anna hâdzal amra syarrun lî fî dînî wa dun-yâya wa ‘âqibati amrî ‘âjilihi wa âjilihi fashrifnî ‘anhu washrfhu ‘annî waqdur liyal khaira haitsu kâna ainamâ kânû innaka ‘alâ kulli syai-in qadîr. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidina mu?amamdin, wal?amdulillâhi rabbil ‘âlamîn.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah dengan pengetahuan-Mu, aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan sementara aku tidak mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, akhir urusanku, duniaku, dan akhiratku, maka takdirkanlah hal tersebut untukku. Mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, akhir urusanku, duniaku, dan akhiratku, maka palingkanlah aku darinya dan palingkanlah dia dariku. Takdirkanlah yang terbaik untukku apa pun keadaannya. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Bisa atas segala sesuatu.”
Setelah membaca doa tersebut, orang yang melaksanakan salat istikharah dapat menyebutkan perkara yang sedang dimintakan petunjuk kepada Allah SWT.
Doa tersebut bersumber dari salah satu hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam al-Bukhari dari Jabir bin Abdillah. Dalam doa tersebut terdapat permohonan agar Allah SWT memberikan pilihan terbaik, memudahkan perkara yang baik, serta menjauhkan perkara yang tidak baik.
Petunjuk Setelah Salat Istikharah
Setelah melaksanakan salat istikharah, seseorang tidak harus selalu mendapatkan jawaban dalam bentuk mimpi. Petunjuk dari istikharah dapat terlihat dari bagaimana suatu perkara berjalan setelah seseorang memohon pilihan terbaik kepada Allah SWT.Jika perkara yang hendak dilakukan baik menurut Allah SWT, maka Allah dapat memudahkan jalannya dan memberikan akhir yang baik. Sebaliknya, jika perkara tersebut tidak baik, seseorang dapat diarahkan untuk meninggalkannya dan mendapatkan pilihan lain.
Misalnya, seseorang ingin masuk ke kampus tertentu. Jika pilihan tersebut baik baginya menurut Allah SWT, jalan untuk menuju kampus tersebut dapat dimudahkan. Namun, jika pilihan tersebut tidak baik, seseorang dapat menemukan jalan lain yang lebih baik untuk dirinya.
Penjelasan mengenai hal ini juga disampaikan Syekh Muhammad az-Zabidi dalam Ithafus Sadatil Muttaqin. Ia menjelaskan bahwa ketika suatu perkara baik bagi seseorang, Allah SWT akan memudahkan sebab-sebab untuk mendapatkannya hingga memperoleh akhir yang baik.
Sementara jika sebab-sebabnya menjadi sulit dan perkara tersebut tidak tercapai, seseorang dapat memahami bahwa Allah SWT memilihkan untuknya agar meninggalkan perkara tersebut.

Latin:
Wa in kâna lahû fîhâ khairatun sahhalallâhu asbâbahâ ilâ an tahshula fatakûnu ‘âqibatuhâ mahmûdah, wa in ta‘adzdzaral-asbâbu wa lam yattafiq tahshîluhâ faya‘lam annallâha qad ikhtâra tarkahâ falâ yata’allamu lidzâlika, wa sayahmadu ‘âqibatahâ tarkân kâna au fi‘lan.
Artinya:
“Jika dalam hal yang ingin kita lakukan dinilai baik menurut Allah, maka Allah akan memudahkan jalan dan memberi akhir yang baik pula. Sebaliknya, jika menurut Allah tidak baik maka kita akan dipersulit melakukannya. Dalam kondisi yang kedua ini hendaknya kita tidak menyesal sebab kita sulit meraihnya, karena pada dasarnya Allah telah memberi ganti yang lebih baik.” (Muhammad az-Zabidi, Ithafus Sadatil Muttaqin, 2016, juz III, halaman 776).
Salat Istikharah Harus Disertai Ikhtiar
Salat istikharah merupakan bentuk doa untuk memohon petunjuk Allah SWT ketika menghadapi suatu pilihan. Namun, pelaksanaannya tetap perlu disertai dengan usaha atau ikhtiar.Seseorang yang melakukan istikharah tetap perlu mempertimbangkan pilihan yang dihadapinya dan melakukan usaha secara nyata. Dengan demikian, doa dan usaha dilakukan secara bersamaan.
Istikharah dapat menjadi sarana untuk menyerahkan hasil akhir kepada Allah SWT setelah seseorang berusaha dan memohon agar diberikan pilihan yang terbaik. Wallahu a'lam.
(Siti Nahdia Usman)