Ilustrasi freepik
Apakah Tidur Membatalkan Wudhu? Ini Penjelasannya dalam Islam
Putri Purnama Sari • 2 October 2026 05:17
Jakarta: Wudhu merupakan salah satu syarat yang perlu dipenuhi sebelum melaksanakan salat. Karena itu, umat Islam perlu mengetahui berbagai hal yang dapat membatalkan wudhu, termasuk ketika seseorang tertidur.
Tidur menjadi aktivitas yang dilakukan setiap hari. Dalam kondisi tertentu, seseorang bisa saja tertidur setelah berwudhu dan kemudian ingin melaksanakan salat. Lantas, apakah tidur bisa membatalkan wudhu? Berikut penjelasannya.
Apakah Tidur Membatalkan Wudhu?
Tidur tidak selalu membatalkan wudhu. Hukum wudhu setelah tidur bergantung pada kondisi tidur seseorang. Dalam sejumlah hadis, tidur dikaitkan dengan kemungkinan keluarnya hadas tanpa disadari. Karena itu, seseorang yang tertidur perlu memperhatikan kondisi dan posisi tidurnya.
Jika tidur dilakukan dalam posisi duduk dengan posisi tubuh yang tetap dan tidak berubah, sebagian ulama berpendapat wudhunya tidak batal. Sementara itu, tidur dalam posisi berbaring atau kondisi yang memungkinkan seseorang kehilangan kesadaran secara penuh dapat membatalkan wudhu.
Dengan demikian, tidak setiap tidur otomatis membuat wudhu seseorang batal.
Tidur Seperti Apa yang Membatalkan Wudhu?
Tidur yang membuat seseorang kehilangan kesadaran atau tidak lagi menyadari keadaan di sekitarnya menjadi kondisi yang perlu diperhatikan. Dalam keadaan tersebut, seseorang tidak dapat memastikan apakah telah terjadi sesuatu yang membatalkan wudhu.
Karena itu, apabila seseorang tertidur pulas dalam posisi berbaring atau posisi lain yang membuat tubuh tidak lagi terjaga, ia dianjurkan untuk berwudhu kembali sebelum salat.
Sebaliknya, jika seseorang hanya mengantuk atau tertidur ringan dalam posisi duduk dan masih menyadari keadaan di sekitarnya, wudhunya pada dasarnya tidak batal menurut pendapat ulama yang membedakan antara tidur ringan dan tidur lelap.