Budaya Keselamatan Kerja Jadi Keharusan di Industri Berisiko Tinggi

CEO PT DSSP Power Sumsel Wang Quanmin. Istimewa

Budaya Keselamatan Kerja Jadi Keharusan di Industri Berisiko Tinggi

Whisnu Mardiansyah • 6 October 2026 21:33

Jakarta: Penerapan budaya keselamatan kerja berbasis prediktif menjadi langkah penting bagi perusahaan yang menjalankan kegiatan operasional dengan tingkat risiko tinggi. Pendekatan tersebut mendorong perusahaan mengenali potensi bahaya lebih awal dan mengambil tindakan sebelum risiko berkembang menjadi insiden.

Penerapan keselamatan kerja tidak cukup hanya mengandalkan tindakan korektif setelah terjadi kecelakaan atau kejadian. Perusahaan perlu membangun sistem yang mampu mengidentifikasi potensi risiko, memperkuat kompetensi pekerja, meningkatkan pengawasan, serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung pencegahan.

Prinsip tersebut diterapkan PT DSSP Power Sumsel dalam menjalankan operasional pembangkit. Penguatan sistem keselamatan prediktif menjadi salah satu bagian dari strategi perusahaan, bersama pengembangan budaya keselamatan, human performance, serta pengelolaan keselamatan kontraktor.

Penerapan pendekatan tersebut mengantarkan PT DSSP Power Sumsel meraih empat penghargaan dalam OSH Asia’s Summit 2026 yang berlangsung di Prama Sanur Beach, Bali, pada 20-21 Agustus 2026.

Perusahaan memperoleh predikat Bintang 4 serta tiga penghargaan kategori perusahaan, yakni Best Predictive Safety System Excellence Award, Best Safety Culture and Human Performance Award, dan Best Contractor Safety Management Award. Satu penghargaan lainnya diberikan kepada jajaran pimpinan atas kontribusinya dalam membangun budaya keselamatan.

CEO PT DSSP Power Sumsel Wang Quanmin mengatakan keselamatan perlu menjadi bagian dari cara perusahaan menjalankan bisnis sekaligus menentukan keputusan operasional.

 



“Bagi kami, keselamatan bukan hanya tentang bagaimana mencegah kecelakaan, tetapi bagaimana kita mampu mengenali risiko lebih awal, mengambil tindakan yang tepat, dan memastikan setiap orang pulang dengan selamat. Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa budaya keselamatan harus terus dibangun dan dijaga bersama,” ujar Wang Quanmin.

Bagi perusahaan pembangkit, penerapan keselamatan prediktif memiliki peran penting karena aktivitas operasional melibatkan berbagai pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi. Kegiatan tersebut mencakup pekerjaan di area boiler dan furnace, pekerjaan kelistrikan, pemeliharaan peralatan, hingga aktivitas yang melibatkan kontraktor.

Karena itu, pengelolaan keselamatan perlu bergerak dari pola responsif menuju pendekatan prediktif. Identifikasi potensi bahaya dilakukan sebelum risiko berkembang menjadi kejadian, disertai peningkatan kompetensi pekerja dan penguatan pengawasan di lingkungan kerja.

PT DSSP Power Sumsel juga mengembangkan sistem HSE yang memadukan pengelolaan risiko, penguatan human performance, peningkatan budaya keselamatan, serta pengelolaan keselamatan kontraktor. 

Teknologi turut dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas penerapan sistem keselamatan.
Pendekatan tersebut sebelumnya dipaparkan dalam proses penjurian Indonesia Safety Excellence Award (ISEA) 2026. 

Program yang ditampilkan meliputi penguatan kebijakan HSE, kesiapsiagaan keadaan darurat, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kesadaran dan budaya keselamatan.

Penerapan budaya keselamatan prediktif juga perlu mencakup seluruh pihak yang berada di lingkungan operasional. Tidak hanya pekerja perusahaan, kontraktor yang terlibat dalam kegiatan pembangkit juga perlu menjadi bagian dari sistem pengelolaan keselamatan.

Hal tersebut sejalan dengan penghargaan Best Contractor Safety Management Award yang diraih PT DSSP Power Sumsel. Pengelolaan keselamatan kontraktor menjadi salah satu bagian dari penerapan sistem keselamatan di lingkungan pembangkit.

Deputy CEO PT DSSP Power Sumsel Awaludin Latif Shaubari mengatakan budaya keselamatan tidak dapat dibebankan hanya kepada satu bagian dalam perusahaan. Seluruh pihak memiliki peran dalam mengenali bahaya dan mengendalikan risiko.

“Keselamatan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab satu departemen. Setiap orang, baik pekerja maupun kontraktor, memiliki peran dalam mengenali bahaya, mengendalikan risiko, dan menghentikan pekerjaan apabila kondisi tidak aman. Inilah yang kami dorong menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari,” kata Awaludin.

Penerapan keselamatan berbasis prediktif pada akhirnya menempatkan pencegahan sebagai bagian dari aktivitas kerja sehari-hari. Perusahaan tidak hanya dituntut merespons ketika insiden terjadi, tetapi membangun sistem dan budaya yang mampu membaca potensi risiko sejak awal.

Bagi PT DSSP Power Sumsel, penguatan pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi keselamatan dalam menjaga operasional pembangkit sekaligus membangun budaya kerja yang menempatkan keselamatan sebagai tanggung jawab bersama.

(Whisnu M)