Dikabarkan jadi Wantimpres, Pratikno Tunggu Perintah Presiden

Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Foto: ANTARA/HO-Kemenko PMK.

Dikabarkan jadi Wantimpres, Pratikno Tunggu Perintah Presiden

Anwar Fuadi • 1 October 2026 19:35

Jakarta: Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menanggapi santai kabar mengenai dirinya digadang-gadang mendapat amanah baru. Pratikno diisukan menjabat anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

"Iya, nanti kan ada perintah berikutnya. Nanti ada perintah berikutnya lagi ya. Ya kita masih menunggu ya," ujar Pratikno usai menghadiri pelantikan pejabat di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
 


Meski tidak menjawab secara lugas mengenai posisi di Wantimpres, Pratikno mengisyaratkan siap menjalankan penugasan baru dari Presiden Prabowo Subianto. Dia pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang telah diberikan selama memimpin Kemenko PMK.

"Intinya saya menyampaikan terima kasih sudah diberikan kepercayaan luar biasa di bidang yang memang menjadi bidang saya, di bidang pembangunan manusia. Jadi kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden atas kepercayaan, mandat, dan kehormatan luar biasa yang diberikan kepada saya," kata Pratikno.


Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono. Foto: ANTARA/Genta Tenri.

Seiring digantikan oleh Sugiono, Pratikno membeberkan sejumlah pekerjaan rumah (PR) penting yang perlu dilanjutkan oleh pengoperasian Kemenko PMK ke depan. Fokus utama tersebut mencakup rehabilitasi pascabencana hingga program prioritas pendidikan gratis.

"Tadi saya sudah menyampaikan ke Pak Sugiono, tentu saja ada beberapa agenda. Salah satunya koordinasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di berbagai tempat. Kemudian mengenai perintah Pak Presiden tentang pendidikan gratis, pengembangan Sekolah Unggul Garuda, hingga Sekolah Nasional Terintegrasi," kata Pratikno.

Dia meyakini kepemimpinan Sugiono akan mampu membawa Kemenko PMK berjalan lebih efektif, serta menegaskan kesiapannya untuk terus membantu pemerintah jika dibutuhkan.

(Fachri Audhia Hafiez)