Polres Kulon Progo distribusi air bersih di Kapanewon Lokal. ANTARA/HO-Humas Pemkab Kulon Progo
Kulon Progo Perpanjang Status Siaga Darurat Kekeringan hingga Akhir Tahun
Silvana Febiari • 29 September 2026 22:01
Kulon Progo: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memperpanjang Status Siaga Darurat Kekeringan. Status tersebut berlaku mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2026 untuk menghadapi musim kemarau panjang.
"Status siaga darurat bencana kekeringan saat ini resmi diperpanjang," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo Setiawan Tri Widada di Kulon Progo, dilansir Antara, Selasa, 29 September 2026.
Perpanjangan status tersebut mengacu pada penyesuaian prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan musim kemarau akan berlangsung hingga akhir tahun akibat fenomena El Nino.
Untuk menanggulangi krisis air bersih, BPBD Kulon Progo mengintensifkan penyaluran bantuan air bersih dengan menggandeng berbagai pihak. Termasuk Kodim, Polres, Baznas, serta organisasi masyarakat setempat.
BPBD Kulon Progo mencatat telah menyalurkan sebanyak 387 tangki air bersih ke 121 titik yang tersebar di 7 kapanewon, 23 kalurahan, dan 64 padukuhan hingga Senin, 28 September 2026.
"Bantuan tersebut telah menjangkau 2.537 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 6.552 jiwa," ucapnya.

Ilustrasi kekeringan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/agr
Terkait ketersediaan anggaran, BPBD Kulon Progo mengandalkan alokasi awal sebanyak 20 tangki air bersih dari APBD Murni 2026. Pihaknya telah mengajukan penambahan anggaran dalam APBD Perubahan guna mengantisipasi kebutuhan yang terus meningkat.
"Kami usulkan tambahan alokasi sekitar 300 tangki dari APBD Perubahan dan saat ini masih berproses," ungkap Setiawan.
Dukungan penanganan krisis air bersih juga datang dari jajaran Polres Kulon Progo bersama Brimob Polda DIY dengan menerjunkan armada water treatment.
Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat menjelaskan armada tersebut dilengkapi mesin pengolah air baku menjadi air siap konsumsi. Armada itu akan digunakan untuk membantu masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan.