Alat berat sedang berada di lokasi pembangunan huntap di BBI Gumarang, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. ANTARA/Yusrizal.
Huntap Korban Bencana di Agam Mulai Dibangun
Silvana Febiari • 1 October 2026 18:06
Agam: Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Agam, Sumatra Barat, menyatakan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana telah dimulai. Pembangunan tersebut dilakukan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
"Pembangunan huntap sudah mulai di Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang, Kecamatan Palembayan dan sudah dikontrak hingga akhir Desember 2026," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Agam Rinaldi, dilansir dari Antara, Kamis, 1 Oktober 2026.
Di lokasi Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan tersebut bakal dibangun sebanyak 80 unit huntap di atas lahan 1,1 hektare. Saat ini sudah dilakukan pembersihan, pematangan lahan, dan pembuatan pondasi bangunan.
Pembangunan huntap tersebut bakal menggunakan bata sepablock bekerja sama dengan PT Semen Padang. "Pembangunan dengan kontraktor PT Dame Uli Jadiaman Indah dengan progres pembangunan huntap sudah mencapai 15 persen," ucap dia.
Dia berharap pembangunan huntap berjalan lancar sesuai kontrak kerja nantinya. Huntap di BBI Gumarang tersebut diperuntukkan bagi korban banjir bandang yang melanda Nagari Tigo Koto Silungkang dan Nagari Salareh Aia Timur yang rumahnya rusak berat.
Pembangunan huntap kedua berada di lokasi bekas PT Inang Sari di Lubuk Basung dengan luas 10 hektare untuk 280 unit. Pembangunan huntap tersebut juga telah selesai kontrak dengan pemenang PT Abadi Saka yang mulai pada September hingga akhir Desember 2026.
Pembangunan tersebut saat ini masih dalam tahap penyiapan lahan dan diharapkan segera memasuki tahap konstruksi. "Mohon doa agar pembangunan huntap sesuai dengan rencana yang kita tetapkan," ungkapnya.

Kondisi rumah warga rusak dampak banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. ANTARA/Yusrizal.
Untuk mempercepat pembangunan, Perkim Agam mengantisipasi kebutuhan tambahan pekerja dari kontraktor, mengingat waktu pelaksanaan yang memasuki akhir tahun. Selain itu, kesiapan material di lapangan dan percepatan pembangunan di lahan bekas PT Inang Sari Lubuk Basung juga menjadi perhatian.
Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan masyarakat dan tokoh adat setempat supaya kontraktor sudah bisa mulai melakukan pekerjaan, di samping koordinasi dari tingkat nagari, kecamatan hingga kabupaten.
"Ini bakal kita lakukan dan mudah-mudahan pembangunan huntap di lahan bekas PT Inang Sari Lubuk Basung bisa dilakukan dalam waktu dekat," ujar dia.
"Pembangunan huntap sudah mulai di Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang, Kecamatan Palembayan dan sudah dikontrak hingga akhir Desember 2026," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Agam Rinaldi, dilansir dari Antara, Kamis, 1 Oktober 2026.
Di lokasi Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan tersebut bakal dibangun sebanyak 80 unit huntap di atas lahan 1,1 hektare. Saat ini sudah dilakukan pembersihan, pematangan lahan, dan pembuatan pondasi bangunan.
Pembangunan huntap tersebut bakal menggunakan bata sepablock bekerja sama dengan PT Semen Padang. "Pembangunan dengan kontraktor PT Dame Uli Jadiaman Indah dengan progres pembangunan huntap sudah mencapai 15 persen," ucap dia.
Dia berharap pembangunan huntap berjalan lancar sesuai kontrak kerja nantinya. Huntap di BBI Gumarang tersebut diperuntukkan bagi korban banjir bandang yang melanda Nagari Tigo Koto Silungkang dan Nagari Salareh Aia Timur yang rumahnya rusak berat.
Pembangunan huntap kedua berada di lokasi bekas PT Inang Sari di Lubuk Basung dengan luas 10 hektare untuk 280 unit. Pembangunan huntap tersebut juga telah selesai kontrak dengan pemenang PT Abadi Saka yang mulai pada September hingga akhir Desember 2026.
Pembangunan tersebut saat ini masih dalam tahap penyiapan lahan dan diharapkan segera memasuki tahap konstruksi. "Mohon doa agar pembangunan huntap sesuai dengan rencana yang kita tetapkan," ungkapnya.
.jpg)
Kondisi rumah warga rusak dampak banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. ANTARA/Yusrizal.
Untuk mempercepat pembangunan, Perkim Agam mengantisipasi kebutuhan tambahan pekerja dari kontraktor, mengingat waktu pelaksanaan yang memasuki akhir tahun. Selain itu, kesiapan material di lapangan dan percepatan pembangunan di lahan bekas PT Inang Sari Lubuk Basung juga menjadi perhatian.
Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan masyarakat dan tokoh adat setempat supaya kontraktor sudah bisa mulai melakukan pekerjaan, di samping koordinasi dari tingkat nagari, kecamatan hingga kabupaten.
"Ini bakal kita lakukan dan mudah-mudahan pembangunan huntap di lahan bekas PT Inang Sari Lubuk Basung bisa dilakukan dalam waktu dekat," ujar dia.