Hujan Deras Picu Banjir di Agam dan Pasaman Barat, Akses Jalan Putus

Ilustrasi-Banjir merendam pemukiman di Desa Kalombang, Kec. Bungku Utara, Kab. Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Jumat (24/7). Foto: BPBD Kab. Morowali Utara

Hujan Deras Picu Banjir di Agam dan Pasaman Barat, Akses Jalan Putus

Lukman Diah Sari • 27 July 2026 11:56

Jakarta: Bencana banjir dan longsor melanda wilayah Sumatra Barat, yakni di Kabupaten Agam dan Kabupaten Pasaman Barat, pada Sabtu, 25 Juli 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, kerusakan terjadi akibat bencana hidrometeorologi basah tersebut.

"Hujan dengan intensitas tinggi juga memicu banjir dan longsor di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, pada Sabtu, 25 Juli, pukul 15.30 WIB," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam rilis resmi, Senin, 27 Juli 2026.

Ilustrasi-Warga membersihkan material longsor yang menutupi bangunan rumah akibat tanah longsor di Kecamatan Tamako. ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi

Abdul mengungkapkan, kejadian tersebut berdampak pada wilayah Nagari Malalak Timur, Nagari Malalak Utara, dan Nagari Sungai Batang, Kecamatan Malalak. Kerusakan yang dilaporkan meliputi satu unit rumah, tiga akses jalan, satu unit jembatan, dan satu unit tanggul yang jebol.

"Satu akses jalan juga dilaporkan terputus akibat peristiwa ini," ucap dia.

Berdasarkan pemantauan visual di lapangan, banjir telah surut. Pemerintah setempat bersama warga terdampak melakukan gotong royong pembersihan material pascabanjir dan longsor.

Banjir dan Longsor di Pasaman Barat

Selain itu, banjir dan longsor juga terjadi di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat, pada Sabtu, 25 Juli 2026. Wilayah terdampak meliputi Nagari Kajai dan Nagari Kajai Selatan di Kecamatan Talamau, serta Nagari Bandu Balai di Kecamatan Kinali.

"Sebanyak empat unit rumah dan akses jalan utama Simpang Empat–Talu terdampak," kata Abdul.

BPBD Kabupaten Pasaman Barat telah melakukan asesmen dan pendataan di lokasi kejadian. Hingga Minggu, 26 Juli 2026, hujan masih mengguyur lokasi kejadian dan jalur Simpang Empat–Talu masih mengalami gangguan.

(Lukman Diah Sari)